Berita Live Scores
Paris Saint-Germain FC

Akhiri Kutukan Menit Terakhir, PSG Boleh Kembali Bermimpi Juara Liga Champions

17.36 WIB 13/08/20
Neymar PSG GFX
Gol menit berdarah dari Marquinhos dan Choupo-Moting ke gawang Atalanta membawa PSG melaju ke semi-final Liga Champions. Apakah ini tahunnya PSG?

OLEH  TOM MASTON   PENYUSUN  SANDY MARIATNA

Paris Saint-Germain dan gol menit terakhir di fase gugur Liga Champions.

Selama beberapa tahun terakhir, kedua hal tersebut tidak pernah akur dan membuat juara Prancis itu selalu tersakiti, lagi dan lagi. Entah itu La Remontada Barcelona di Camp Nou atau sengatan Manchester United di Parc des Princes, para pemain PSG seperti kumpulan spesialis gagal di menit terakhir.

Beruntung, situasinya perlahan berubah di musim ini. Ada sejumlah alasan mengapa mulai banyak orang mendukung PSG juara di tahun 2020. Salah satunya, karena Liga Champions kali ini berformat satu leg.

Selain itu, pasukan Thomas Tuchel juga dimudahkan dengan berada di sisi kanan bagan turnamen sehingga terhindar dari lawan-lawan kelas berat. Yang mereka butuhkan untuk lolos ke final adalah mengalahkan tim terbaik ketiga di Italia, lalu di semi-final menghadapi tim terbaik ketiga Jerman atau tim terbaik ketiga Spanyol.

Dan tentu saja, tidak seperti di musim-musim sebelumnya, Neymar kini sudah tidak lagi pesakitan. Ia fit dan berapi-api.

Namun, ketakutan itu sempat hadir kembali ketika PSG berlaga dalam perempat-final di Estadio da Luz, Kamis (13/8) dini hari WIB. Memasuki menit terakhir, PSG sekali lagi berada di ambang eliminasi memalukan di Liga Champions. 

Atalanta yang tidak diunggulkan tengah unggul satu gol berkat sepakan melengkung Mario Pasalic jelang turun minum. Klub Italia itu tampak akan melanjutkan kisah dongengnya di Eropa dan mereka sejatinya memang pantas berada di sana.

Akan tetapi, Liga Champions kali ini tidak seperti yang sebelum-sebelumnya. Barangkali, PSG juga demikian.

Tuchel dan pasukannya memang jauh dari performa terbaik di Lisabon. Tersandera cedera Kylian Mbappe, Angel Di Maria, dan Marco Verratti serta hanya memainkan dua laga kompetitif sejak Maret, PSG pantas dimaafkan kalau sampai tersingkir.

Di sepanjang laga, semua pertanda mengarah pada malam mengecewakan seperti biasanya. Neymar membuang peluang emas di menit ketiga, dan melakukannya lagi di tiga kesempatan berikutnya.

Mudah untuk menyalahkan Neymar kendati dua rekannya di lini depan lain, Mauro Icardi dan Pablo Sarabia tidak terlalu banyak memberikan kontribusi. Neymar seperti menanggung beban sendiri lantaran tanpa partner sejatinya di sisinya, Mbappe.

Mbappe, yang dicadangkan karena belum sepenuhnya fit, akhirnya diturunkan di setengah jam terakhir pemainan. Namun, semakin PSG menekan, Atalanta justru semakin percaya diri dalam bertahan.

Kota Bergamo banyak dipuji karena ketahanan mereka dalam menghadapi mimpi buruk mengerikan berupa pandemi virus corona. Dan selama 89 menit, ketahanan itu seperti tercermin pada pasukan Gian Piero Gasperini. Kemenangan bersejarah sudah di depan mata. 

Namun, tepat di saat PSG sudah tak punya harapan lagi, dua pahlawan tak terduga muncul ke permukaan di waktu yang paling menentukan.

Pertama, bek sentral Marquinhos berada di tempat yang tepat untuk menyambar umpan silang Neymar setelah penyerang Brasil itu menerima umpan lambung dari pemain pengganti Eric Maxim Choupo-Moting.

Lalu semuanya tertuju pada Choupo-Mouting. Pemain yang sering jadi lelucon karena status inferiornya di tengah skuad bertabur bintang PSG ini kemudian jadi penentu. Di menit ketiga injury time, Choupo menuntaskan kerjasama apik Neymar dan Mbappe di sisi kiri lewat sontekan pelannya untuk membawa PSG larut dalam euforia.

PSG melaju dan kini menunggu lawan di semi-final: Atletico Madrid atau RB Leipzig. Mbappe berpotensi fit sejak menit pertama di laga tersebut dan PSG diprediksi menjadi favorit untuk melaju ke final.

Jika mereka mampu melangkah ke partai puncak, maka dibutuhkan peningkatan besar dari semua para pemain, terutama Neymar yang tampaknya akan mengasah penyelesaian akhirnya di sesi latihan besok.

Di masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, ada potensi Paris Saint-Germain melakukan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di Liga Champions.

Mungkin pada akhirnya luka-luka itu telah sembuh. Mungkin saja, ini benar-benar tahunnya PSG.