Irfan Jauhari - Timnas Indonesia U-22PSSI

Drama, Kartu Merah & Adu Jotos Warnai Penghentian Panjang Medali Emas SEA Games

  • Indonesia menghentikan dahaga 32 tahun
  • Adu jotos terjadi selepas Irfan mencetak gol
  • Indonesia meraih tiga medali emas sejak 1977

APA YANG TERJADI?

Timnas Indonesia U-22 berhasil menghentikan dahaga prestasi di cabang sepakbola SEA Games selama 32 tahun setelah berhasil meraih medali emas dengan mengalahkan Thailand 5-2, Selasa (16/5) malam WIB, pada pertandingan final di Stadion Olympic, Phnom Penh.

Namun keberhasilan ini diwarnai drama dan adu jotos. Berawal dari kubu timnas U-22 yang salah mengartikan tiupan peluit wasit menjelang injury time babak kedua berakhir. Timnas U-22 sudah berselebrasi, karena saat itu unggul 2-1.

Selepas itu, Thailand menyamakan kedudukan melalui Yutsakon Burapha di detik terakhir, sehingga laga harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Adu jotos nyaris terjadi, karena pemain cadangan Thailand melakukan selebrasi dengan menyerbu bench timnas U-22.

Timnas U-22 selanjutnya kembali mengungguli Thailand melalui gol Irfan Jauhari satu menit setelah perpanjangan waktu dimulai. Gol ini pun memanaskan bench masing-masing tim. Tak pelak adu jotos pun terjadi di kedua kubu. Wasit akhirnya mengeluarkan kartu merah kepada Komang Teguh Trisnanda dan kiper Thailand Soponwit Rakyart.

Timnas U-22 berada di atas angin ketika Jonathan Kendee diganjar kartu kuning kedua di menit ke-102. Hasilnya, Fajar Fathur Rachman mencetak gol di menit ke-107. Selepas Teerasak Poeiphimai menerima kartu kuning kedua di menit ke-118, Beckham Putra memastikan memastikan kemenangan menjadi 5-2.

Sebelumnya, timnas U-22 sempat mengungguli lawannya lewat brace Ramadhan Sananta pada menit ke-21 dan injury time babak pertama. Anan Yodsangwal mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-65.

GAMBARAN BESAR

Timnas U-22 memperlihatkan performa bagus di babak pertama, namun tidak bisa mempertahankannya di paruh kedua, sehingga Thailand mampu memaksa laga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Kendati demikian, timnas U-22 pun akhirnya mampu memperbesar keunggulan sekaligus memastikan kemenangan telak.

Di lain sisi, keberhasilan meraih kemenangan atas Thailand menjadi catatan tersendiri bagi Indra Sjafri di kelompok umur. Indra hanya menelan tiga kekalahan dari sembilan pertemuan.

DALAM FOTO

Ramadhan Sananta - Timnas Indonesia U-22 Vs Thailand - SEA Games 2023Goal/Alvino HanafiFajar Fatur Rahman - Timnas Indonesia U-22 Vs Thailand - SEA Games 2023Goal/Alvino Hanafi

TAHUKAH ANDA?

Ini merupakan medali emas ketiga yang diperoleh Indonesia dalam delapan pertandingan final SEA Games sejak 1977. Medali emas pertama diperoleh pada SEA Games 1987 ketika bertindak sebagai tuan rumah. Empat tahun berselang, medali yang sama juga digondol ketika Filipina menjadi tuan rumah.

SUSUNAN PEMAIN

Indonesia: Ernando Ari; Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Komang Teguh, Alfeandra Dewangga, Haykal Hafiz, Fajar Fathur Rachman, Marselino Ferdinan, Muhammad Taufany, Witan Sulaeman, Ramadhan Sananta.

Thailand: Soponwit Rakyart; Bukkoree Lemdee, Chatmongkol Rueangthanarot, Jonathan Khemdee, Songchai Thongcham, Airfan Doloh, Channarong Promsrikaew, Settasit Suvannaseat, Chayapipat Supunpasuch, Teerasak Poeiphimai, Achitpol Keereerom.

Iklan
0