Gianluigi Donnarumma menjadi sasaran cemoohan fans Italia sendiri yang mendukung AC Milan setiap kali ia menyentuh bola dalam duel semi-final versus Spanyol di San Siro, Kamis (7/10) dini hari WIB.
Sekelompok tifosi Rossoneri memang kecewa berat terhadap kiper berusia 22 tahun tersebut, yang meninggalkan Milan secara gratis pada musim panas ini usai menolak perpanjangan kontrak dan bergabung dengan Paris Saint-Germain.
Tak ayal, kepulangannya ke San Siro menjadi bahan omongan, bahkan sampai-sampai suporter Milan mengobarkan api penolakan melalui sebuah spanduk besar selain juga mencaci makinya selama pertandingan.
"Donnarumma, bajingan," bunyi sepotong kalimat di spanduk yang dibentangkan di salah satu jembatan di kota Milan sehari sebelum laga. "Anda tidak akan pernah diterima lagi di Milano."
Mental Donnarumma tampaknya terpengaruh, karena beberapa saat setelah gol pembuka Spanyol oleh Ferran Torres, sang penjaga gawang ceroboh dalam menghalau bola sederhana hingga Leonardo Bonucci menyapunya dari garis gawang.
Bahkan para pemain Spanyol menyadari bahwa atmosfer di San Siro tidak sehat bagi para penggawa Italia khususnya Donnarumma, sampai-sampai Sergio Busquets dalam sebuah momen sepak pojok berjalan menghampiri sang kiper untuk memberinya tepukan menenangkan di bahunya.
Italia pun pada akhirnya harus menelan kekalahan 2-1 dari Spanyol dan dua rekor impresif mereka juga harus terputus.
Selain mengalami kekalahan pertama dalam 38 pertandingan terakhir, Gli Azzurri juga kala untuk pertama kalinya di kandang sendiri dalam laga kompetitif sejak 1999.
