Manajer Manchester City Pep Guardiola tidak ingin lengah, meski tim besutannya sukses mengalahkan Copenhagen 3-1 pada pertandingan leg pertama 16 Besar Liga Champions di Stadion Parken.
Kemenangan itu membuat satu kaki City sudah berada di babak perempat-final. Apalagi mereka bakal menjamu Copenhagen di Stadion Etihad pada 6 Maret, sehingga di atas kertas dianggap bukan sebagai pekerjaan sulit.
Walau begitu, Guardiola tak mau jemawa. Pria asal Spanyol ini memberikan contoh sepak terjang Copenhagen di Grup A untuk merebut tiket ke 16 Besar. Copenhagen memberikan perlawanan sengit kepada Manchester United, sehingga hanya takluk 1-0 di Old Trafford. Mereka selanjutnya mengalahkan United 4-3 di Parken, walau sempat tertinggal dua gol.
Kesulitan serupa juga dihadapi Bayern Munich. Raksasa Jerman itu sukses mengalahkan Copenhagen di Parken dengan skor 2-1, namun hanya bermain imbang tanpa gol di Allianz Arena.
“Saya tahu betapa sulitnya [pertandingan] ini. Orang-orang percaya ini akan mudah [buat kami]. Coba tanyakan itu kepada United dan Bayern. Mereka adalah lawan yang sangat tangguh,” tegas Guardiola dikutip laman Manchester Evening News.
“Kami harus menemukan ruang di leg berikutnya. Saya melihat pertandingan United, dan betapa sulitnya bagi mereka. Saya mengetahuinya, para pemain mengetahuinya. Mereka terbawa permainan kami, dan bermain seperti itu.”
Salah satu cara membuat Copenhagen mengikuti permainan City adalah dengan tidak memberikan kesempatan kepada lawan menguasai bola, dan berusaha penguasaan si kulit bundar tak lepas dari penggawa The Cityzen.
“Kami membuat konsep yang sempurna di laga ini. Tugas saya adalah memperingatkan para pemain, atribut yang mereka miliki. Kami berperilaku dengan karakter, kepribadian, dan kesabaran. Semua orang berada di level teratas. [Hasil] Ini tidak menentukan, tetapi hasil yang bagus. Mudah-mudahan kami bisa lolos ke perempat-final,” beber Guardiola.
“Copenhagen sangat kompak. Anda memperkirakan transisi yang bisa membuat Anda menderita dengan jenis permainan ini. Pelankan kecepatan di stadion luar biasa ini dengan penonton di belakangnya. Buat 1.000 umpan, jangan biarkan mereka mencetak gol.”
