LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI GRESIK
Pelatih Persegres Gresik United Hanafi merasa tidak terganggu dengan ulah fans yang menyerbu ke lapangan, dan menghampiri dirinya beberapa saat setelah pertandingan melawan Persela Lamongan di Stadion Petrokimia berakhir, Senin (5/6) malam WIB.
Suporter Gresik United merangsek ke dalam lapangan setelah tim kesayangan mereka dibekap 2-0. Mereka melakukan demonstrasi sebagai bentuk ketidakpuasan akan kinerja manajemen. Bahkan mereka juga membakar papan sponsor yang terletak di pinggir lapangan.
SIMAK JUGA: Ivan Carlos Bungkam Gresik United
“Mereka datangi saya. Yang jelas mereka marah, mereka tidak terima. Seorang suporter memang harus begitu, merasa memiliki jadi enggak terima. Saya suka dengan spirit itu. Cuma harusnya lebih sopan, itu akan lebih bagus,” ujar Hanafi.
“Persegres memang kembali kalah, tapi anak-anak telah berjuang maksimal, dan telah menunjukkan itu di babak kedua. Kami mungkin dapat tiga atau empat peluang, tapi tidak bisa dimanfaatkan. Babak pertama juga begitu.”
SIMAK JUGA: PREVIEW: Gresik United - Persela
“Kami mohon maaf enggak bisa mendapatkan hasil terbaik dalam pertandingan tadi, mungkin ini bukan rezeki. Kami sudah berusaha, tapi memang agak sulit keluar dari situasi ini,” tambah gelandang Fitra Ridwan.
Sementara itu, sejumlah fans mengatakan, aksi mereka merupakan puncak dari kekecewaan atas hasil yang diperoleh Gresik United hingga laga kesepuluh. Ultras Malang Raya, Fatoni (22), menyatakan, mereka tak hanya menuntut pergantian pelatih, tapi juga perombakan manajemen.
“Ultras kasih masukan sudah beberapa kali, sejak ISC [Indonesia Soccer Championship] untuk berbenah. Kami sabar menunggu, tapi enggak ada perubahan sama sekali. Dapat pemain seperti ini, sponsor enggak ada, kayak enggak ada niat [mengelola] sama sekali. Kalau memang tidak niat lagi, kasih pada pihak lain,” ujar Fatoni kepada Goal Indonesia.
SIMAK JUGA: Gresik United Waspadai Kecepatan Persela
Sementara Indra (23) dari Ultras Korwil Duduk Sampeyan juga mengiyakan ucapan Fatoni. Menurutnya, perubahan diperlukan Gresik United agar tidak sampai terdegradasi di akhir musim nanti.
“Kami ingin ada perubahan manajemen, adanya marquee player, intinya tim lebih baik dari sekarang, karena pemain dan pelatih kurang greget,” kata Indra. (gk-43)
