Pelatih timnas Indonesia U-20 Shin Tae-yong ogah menerima permintan maaf yang disampaikan Thomas Doll. Menurutnya, tindakan yang dilakukan juru formasi Persija Jakarta tersebut sudah salah.
Sebelumnya, Doll menyebut Tae-yong seperti badut. Pernyataan tersebut disampaikannya karena melihat pria asal Korea Selatan tersebut menjadi bintang iklan sebuah produk makanan.
Beberapa hari berselang Doll menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya kepada Tae-yong. Ia merasa tidak enak hati karena sudah menyerang secara personal.
“Jujur tidak bisa memaafkan. Sebab, perilaku dia sudah salah. Bagaimana bisa terjadi hal seperti ini, maksudnya pelatih klub bisa bicarakan timnas itu katanya badut," kata Tae-yong.
"Saya berharap Persija bisa berprestasi dengan baik. Namun, jika dipermasalahkan satu per satu tentang saya, saya tidak bisa diam," Tae-yong menambahkan.
Selain itu, Tae-yong meminta Doll tidak asal bicara lagi. Ia ingin pria asal Jerman tersebut terlebih dahulu berpikir sebelum melontarkan pernyataan.
“Perilaku pelatih Persija tadi harusnya tidak boleh seperti itu. Dia pun harus evaluasi diri. Saya sebenarnya banyak yang mau bicarakan, tapi bukan karena tidak bisa dan tidak punya mulut jadi tidak bicara. Namun, harus dijaga apa yang mesti dijaga omongannya," ujarnya.
Perseteruan Doll dengan Tae-yong berawal dari pemusatan latihan (TC) jangka panjang yang dilakukan timnas Indonesia U-20. Eks nakhoda Borussia Dortmund tersebut merasa langkah yang diambil pria berusia 52 tahun kurang tepat.
Doll menilai kemampuan pemain akan meningkat pesat bila tetap bertahan di klub masing-masing dibanding dengan mengikuti TC. Dalam agenda tersebut sebanyak sembilan pemain Persija dipanggil.


