Calon pemain naturalisasi Indonesia Jordi Amat dipastikan bergabung ke klub tajir Malaysia Johor Darul Takzim dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan pemilik JDT Tunku Ismail Sultan Ibrahim, Senin (27/6) malam WIB.
JDT melakukan perombakan pada pertengahan musim Malaysia Super League (MSL) 2022. Mereka resmi melepas Mauricio dos Santos Nascimento, dan mendatangkan pemain lokal Daniel Ting.
Faktor kebugaran disebut menjadi alasan JDT melepas Mauricio. Kepergian Mauricio ini pun diiringi dengan keputusan mendatangkan Jordi Amat demi memenuhi kuota pemain asing JDT.
Tunku Ismail mengungkapkan, JDT tidak ingin membuang kesempatan mendapatkan pemain berpengalaman yang pernah merumput di La Liga dan Liga Primer Inggris. Apalagi Jordi Amat kini berstatus bebas transfer.
“Dia akan jadi salah satu aset terbesar Indonesia, karena sudah bermain lebih dari 100 pertandingan La Liga, 100 pertandingan lebih di Liga Primer Inggris. Kalau Indonesia tidak ambil dia, itu adalah salah satu kerugian yang sangat besar,” beber Tunku Ismail melalui kanal YouTube resmi JDT.
“Pemain itu adalah Jordi Amat. Jordi Amat akan bermain, dan akan jadi pemain Johor Darul Takzim,” tambah Tunku Ismail yang disambut tepuk tangan para hadirin di sesi jumpa wartawan.
“Kalau tidak salah, nenek Jordi Amat dari Makassar, jadi punya darah Indonesia. Dia juga sangat ingin bermain untuk negara dia, sangat bersemangat bermain untuk Indonesia.”
“Saya melihat ini sebagai suatu peluang untuk JDT mendapatkan pemain Spanyol berpengalaman dan berkualitas. Saya tidak mempertahankan Mauricio, karena kami sudah punya tiga pemain asing.”
Tunku Ismail mengatakan, pihaknya kini hanya tinggal menunggu Jordi Amat mendapatkan paspor Indonesia sebelum diturunkan pada musim ini. Tunku Ismail meyakini sang pemain akan mendapatkan paspornya dalam waktu dekat.
“[Dia akan main] Musim ini. Tetapi, kami masih menunggu federasi dari Indonesia untuk memberikan paspor. Saya rasa akan jadi kerugian besar buat Indonesia, bukan JDT [bila tak memberikan paspor],” kata Tunku Ismail.
“Ini sebuah keuntungan [buat JDT], karena dia mempunyai rekam jejak bermain cukup lama di Eropa, pemain dengan kualitas bagus. Dia akan menjadi aset untuk Indonesia, dan aset buat kami juga.”
“Di manapun dia bermain, baik di Eropa atau di sini (MSL), tidak akan memberikan dampak negatif jika bermain untuk klub sepakbola Johor Darul Takzim.”


