Stadion Gelora Delta SidoarjoAbi Yazid / Goal

Dirusak Bonek, Pemkab Sidoarjo Minta Persebaya Surabaya Perbaiki Stadion Gelora Delta

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meminta manajemen Persebaya Surabaya segera memperbaiki Stadion Gelora Delta yang dirusak Bonek menyusul kekalahan 2-1 yang dialami Bajul Ijo dari RANS Nusantara, Kamis (15/9) sore WIB.

Bonek menyerbu ke dalam lapangan selepas laga berakhir untuk meluapkan kekecewaan mereka, karena Persebaya menelan tiga kekalahan beruntun. Sejumlah fasilitas di stadion mengalami kerusakan cukup parah.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali bersama pejabat setempat sempat meninjau Stadion Gelora Delta tadi pagi untuk melihat kerusakan akibat ulah anarkis Bonek.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, selain pagar pembatas tribune sepanjang 400 meter yang dijebol, pintu pagar B sepanjang 20 meter juga mengalami kerusakan.

“Peralatan sound system juga rusak dan hilang. Selanjutnya akan kami ajukan ke manajemen Persebaya supaya dilakukan perbaikan. Jangan kami yang kerjakan, biarkan mereka saja yang memperbaiki kerusakan tersebut,” ujar kepala Disporapar Sidoarjo, Djoko Supriyadi, dikutip laman Antara.

Djoko berharap perbaikan itu sudah selesai dilakukan sebelum Deltras FC menjalani laga kandang dalam lanjutan Grup Timur Liga 2 melawan Sulut United pada 22 September.

Sementara itu, wali kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan permintaan maaf kepada Pemkab Sidoarjo atas aksi perusakan yang dilakukan Bonek. Eri menyayangkan aksi seperti itu masih terjadi di persepakbolaan nasional.

“Kemarin Pak Bupati Sidoarjo telepon ke saya, dan sudah saya sampaikan juga kepada Persebaya. Insya Allah pada waktu izin itu, ketika ada kerusakan (di Delta Sidoarjo) Persebaya siap mengganti, karena itu masuk salah satu dalam poin persyaratan meminjam stadion,” jelas Eri.

Eri meyakini tidak sedikit Bonek yang bisa menerima kekalahan dengan lapang dada tanpa harus melakukan aksi anarkis. Eri meminta kepada seluruh suporter untuk menjaga marwah dan nama baik tim kesayangannya, terutama citra Kota Surabaya.

“Kalah [dan] menang itu pasti terjadi. Tapi, ketika kita ingin menyuarakan keinginan kepada manajemen, sampaikan itu secara tertulis atau lisan. Saya minta tolong, jaga kota orang lain. Saya sedih kalau suporter kita dikatakan jelek, padahal tidak. Suporter kita itu banyak yang baik,” tutur Eri.

Iklan
0