Direktur Teknik Edu, meminta fans untuk tak terlalu tajam mengkritik performa Arsenal karena klub belum tampil dengan kekuatan penuh.
The Gunners terbenam di dasar klasemen setelah tak mampu mendapatkan sebiji poin dan gol pun dalam tiga pertandingan Liga Primer Inggris.
Dikalahkan Brentford, Chelsea, dan Manchester City tanpa mampu berkutik membuat fans berang dan menuntut perubahan drastis.
Namun, dengan pemain seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, Nicolas Pepe, dan rekrutan anyar Ben White melewatkan beberapa laga, sementara Thomas Partey, Gabriel, dan Eddie Nketiah belum bisa merumput, Edu merasa tak adil jika Arsenal dianggap tak mampu bersaing sama sekali.
"Tentu, perih berada di situasi ini. Kami terluka, saya terluka. Saya tak ingin menyaksikan klub di posisi ini, tapi saya ingin melihat tim bermain bersama," ujarnya kepada Sky Sports.
"Kami telah memainkan tiga laga dan saya belum melihat tim bermain dengan bersama. Jadi saya ingin menyaksikan rekrutan-rekrutan anyar ini dan saya ingin melihat skuad bersiap. Di semua tiga laga melawan Brentford, Chelsea, dan Manchester City, sayangnya kami menemui kesulitan gara-gara Covid dan cedera."
"Saya ingni menyaksikan tim bermain bersama dan mari nilai tim setelah mereka bermain bersama. Setelah itu, baru, silakan hakimi kami."
"Saya mengerti situasi kami saat ini sangat berat. Ini bukan alasan, tetapi nilai tim setelah mereka bermain bersama."
Arsenal mendatangkan enam pemain baru di bursa transfer musim panas ini, yakni White, Martin Odegaard, Aaron Ramsdale, dan Takehiro Tomiyasu, Albert Sambi Lokonga dan Nuno Tavares.
Mereka menjadi tim paling boros di kasta tertinggi Inggris, namun hanya White dan Odegaard yang diharapkan bisa langsung menguatkan tim utama, sementara sisanya didatangkan sebagai pelapis atau untuk jangka panjang.
Strategi ini membuat fans kecewa dan pesimistis musim ini, namun Edu berkata mereka fokus membangun fondasi yang kuat yang bisa menjadi tumpuan untuk berkembang.
"Ya, saya mengerti alasan [fans tidak senang] karena pertama-tama, mereka belum melihat tim bermain bersama," ujarnya. "Itu salah satu alasannya, tapi saya rasa kami harus melihat gambaran besarnya alih-alih soal uang saja."
Getty Images"Kami membeli enam pemain berusia di bawah 23 tahun, yang begitu berarti pada rencana kai. Normalnya, orang-orang lebih senang hanya melirik satu bursa saja, jadi saya harus bilang lihatlah gambaran besarnya karena kami mulai merencanakan skuad ini setahun yang lalu demi mengukuhkan tim dan berusaha membangun fondasi yang lebih baik."
"Jika Anda ingat, dalam periode tersebut kami memperpanjang [kontrak] Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli setahun yang lalu dengan niat mendapatkan fondasi tim. Dalam jangka waktu satu tahun, kami membeli 10 emain dan tujuh di antaranya di bawah 23 tahun. Kami memperbarui kontrak tujuh pemain dalam periode ini, itu hanya di tim utama. Lima di antaranya juga di bawah 23 tahun."
"Mengapa? Karena kami punya alasan untuk berusaha menciptakan fondasi yang bagus dan lalu, suatu waktu, mungkin kami akan merekrut satu atau dua pemain saja. Tetapi setelah itu, mustahil hanya merekrut satu atau dua pemain saja karena kami punya banyak PR."
Ia menambahkan: "Dalam kasus ini kami sangat memercayai para pemain yang kami punya di skuad ini. Mungkin orang lain tidak tapi kami percaya. Jika kami bisa melihat skuad bersama, kami percaya dengan skuad ini."
Tim Arteta akan mencoba memperbaiki nasib di liga 11 September besok dalam 'derbi degradasi' saat menghadapi Norwich, yang juga selalu kalah.
Sepekan kemudian, Arsenal akan dijamu Burnley di Turf Moor.


