Direktur operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno, sepakat dengan hasil rapat komite eksekutif (Exco) PSSI, yang digelar semalam (12/3). Federasi sepakbola nasional itu meminta operator kompetisi tersebut gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB), pada 18 Mei 2020.
Seluruh kontestan Liga 1 2020, selaku pemegang saham telah mengajukan permintaan kepada PT LIB untuk melangsungkan RUPSLB beberapa hari lalu. Agenda tersebut untuk membahas kelanjutan kompetisi dan kepastian bisnis musim ini.
"Ya kalau dari rapat Exco sudah putuskan waktunya dan 100 persen pemegang saham sudah minta RUPS maka kewajiban PT LIB selaku operator yang diberi mandat oleh PSSI untuk melaksanakannya," kata Sudjarno saat dihubungi awak media.
Selain, membicarakan permintaan RUPSLB klub kepada PT LIB, rapat Exco PSSI juga menghasilkan dua poin lainnya. Pertama mengenai persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021, yang sejauh ini belum ada perubahan waktu dari FIFA.
Lalu yang kedua, tentang kelanjutan kompetisi musim ini yang dihentikan dengan status force majeure karena pandemi virus corona. PSSI masih berpegang pada SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020, yang dikirimkan kepada klub Liga 1 dan 2.
Dalam surat itu tertulis nasib kompetisi tergantung status tanggap darurat pandemi virus corona dari pemerintah yang berakhir pada 29 Mei 2020. Bila statusnya diperpanjang kompetisi musim ini dinyatakan berakhir.
