Diogo Jota menjadi pemain pertama dalam sejarah Liverpool yang mencetak empat gol dalam empat pertandingan kandang di kasta tertinggi Inggris berkat golnya ke gawang Leicester City, Senin (23/11) dini hari WIB.
Jota menikmati awal yang cemerlang di Anfield setelah kepindahannya dari Wolverhampton Wanderers senilai £41 juta pada awal musim 2020/21 ini.
Sebelum menjamu Leicester, Jota telah membukukan tujuh gol dalam 11 penampilan bersama The Reds di semua kompetisi, membuat namanya mulai digadang-gadang bisa menembus dominasi trio lini depan Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane.
Statistik golnya termasuk rangkaian gol dalam tiga laga kandang beruntun di Liga Primer Inggris, menyamai rekor klub, dan kini menegaskan namanya sebagai nomor satu dalam rekor tersebut setelah membobol gawang Leicester.
Gol Jota ke gawang Kasper Schmeichel tercipta melalui sebuah sundulan yang memanfaatkan umpan silang akurat Andy Robertson dari sisi kiri, membuat Liverpool memimpin 2-0 beberapa saat menjelang jeda.
Firmino kemudian mengemas gol ketiga sebelum peluit akhir dibunyikan wasit, sekaligus memastikan kemenangan sang juara bertahan menjadi 3-0.
Jota menjadi starter di lini depan Liverpool menggantikan Salah, yang tidak bisa bermain karena dinyatakan positif COVID-19 selama jeda internasional.
Golnya tercipta setelah 30 operan, merupakan operan terbanyak dalam proses terciptanya gol Liverpool di Liga Primer sejak Opta mulai mencatat statistik pertandingan mulai 2006/07.
Jota, yang menjalani musim pertamanya di Inggris bersama Wolves pada 2018/19, juga merupakan momok pertahanan Leicester, dengan empat golnya dalam lima pertemuan melawan The Foxes merupakan yang terbanyak dicetaknya melawan klub pana pun.
Perkembangan pesat penyerang sayap berusia 23 tahun itu dalam beberapa bulan terakhir membuat mantan pelatihnya meyakini bahwa ia akan bisa menggantikan Cristiano Ronaldo sebagai andalan tim nasional Portugal.
"Tidak ada yang bermain seperti yang dilakukan Jota sekarang tanpa ambisi yang nyata," kata Jorge Simao kepada The Athletic, setelah pernah melatih sang pemain di Pacos de Ferreira.
"Ketika ia bergabung dengan Porto [pada 2016], saya memberi tahu sebuah laman Portugal bahwa, menurut saya, Jota akan menjadi penerus Cristiano Ronaldo."
"Jelas, itu adalah klaim yang cukup besar pada waktu itu, karena Jota hanya bermain untuk Pacos dan tidak memiliki perjalanan yang baik di Atletico Madrid."
"Ketika Jota bergabung dengan Liverpool, saya mengiriminya pesan untuk mengucapkan selamat. Ia membalas, lima detik kemudian, dengan tautan ke artikel lama tentang dirinya dan Ronaldo."
"Itu adalah hal pertama yang dikirimnya! Ia pasti sudah menyimpan tautan itu sejak lama. Luar biasa! Ia tidak lupa."


