Diogo DalotGetty

Diogo Dalot: Jose Mourinho Selalu Di Hati Saya

Bek Manchester United Diogo Dalot mengaku tidak akan bisa melupakan jasa Jose Mourinho yang memboyong dirinya ke Old Trafford, sehingga ia kini menjadi bagian penting di sektor pertahanan Setan Merah.

Mourinho mendatangkan Dalot pada Juni 2018 dari Porto, dan kala itu menyebutnya sebagai pemain belakang terbaik. Saat itu Dalot sering bergelut dengan cedera, sehingga tidak banyak klub yang ingin menggunakan jasanya.

Mourinho memberi kesempatan kepada Dalot untuk menjalani debutnya bersama United saat menghadapi wakil Swiss, Young Boys, di Liga Champions pada 19 September. Selanjutnya, Dalot mencicipi Liga Primer Inggris untuk kali pertama pada Desember.

Pemecatan Mourinho yang kemudian diganti Ole Gunnar Solskjaer tidak memberikan pengaruh terhadap posisi Dalot, dan sang pemain tampil sebanyak 23 pertandingan di musim 2018/19.

Cedera kembali menghampiri Dalot, sehingga ia tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain, dan perannya lebih sering dijalani Aaron Wan-Bissaka. Dalot kemudian dipinjamkan ke AC Milan 2020/21.

Solksjaer yang merasa suka dengan performa Dalot selama berada di Milan kembali memberikan kepercayaan kepada pemain asal Portugal tersebut. Mourinho sempat ingin memboyong Dalot ke AS Roma, namun ditolak United. Dalot pun menjadi pilihan utama Erik ten Hag.

“Saya tidak tahu apakah kesepakatan itu berhasil. Saya harus berbicara dengan Mourinho, dan dia fantastis. Saya tidak akan pernah melupakan apa yang dia lakukan untuk saya,” ucap Dalot dalam wawancaranya dengan The Times dikutip laman La Gazzetta dello Sport.

“Banyak pelatih tidak akan membeli pemain yang cedera parah, tapi dia percaya kepada saya. Dia mungkin akan selalu ada di hati saya untuk hal-hal kecil dan besar yang sudah dia lakukan untuk saya.”

Performa Dalot musim ini memang cukup sentral di sektor pertahanan. Ten Hag pun memberi pujian kepada pemain berusia 23 tahun tersebut. Menurutnya, perkembangan Dalot makin bagus dari waktu ke waktu.

“Kalian bisa melihat dia memiliki kekuatan, kekuatan fisik, kekuatan yang bisa dia bawa dalam permainan menyerangnya. Tapi saya pikir dia juga mengembangkan permainan dari bagian bertahan, dan menemukan posisinya, antisipasi, kerja sama dengan bek, kerjasama dengan pemain sayapnya,” puji Ten Hag.

Iklan
0