Ketika Diogo Dalot meninggalkan Manchester United untuk bergabung dengan Milan dengan status pinjaman Oktober lalu, sejumlah fans meyakini bahwa waktu sang pemain bersama Setan Merah berakhir sudah.
Dalot hanya melakoni 11 penampilan untuk United selama musim 2019/20, rongrongan cedera dan kedatangan Aaron Wan-Bissaka sangat membatasi menit bermainnya di bawah arahan Ole Gunnar Solskjaer.
Perpindahan sementara ke San Siro menjadi masuk akal bagi pemain yang diprediksi Jose Mourinho pada 2018 akan berada di barisan United selama "lebih dari 10 tahun” kala ia melakoni debut.
Dalot tiba di Milan dengan tujuan untuk tetap fit dan bermain sebanyak mungkin. Sumber dalam menyebutkan bahwa masalah kebugaran pemain berusia 22 tahun itu disebabkan oleh usia dan pertumbuhannya.
Namun, Solskjaer masih perlu diyakinkan. Sementara Dalot tampil mengesankan di lapangan untuk Rossoneri, hal luar biasa yang ia lakukan mungkin telah membantu mengubah kariernya di United.
Goal mengetahui bahwa Dalot terkadang memilih bermalam di markas latihan klub, Milanello, untuk memastikan bahwa dia mendapatkan pemulihan terbaik. Ia menghindari meninggalkan kota saat skuat diberi waktu istirahat untuk meminimalkan risiko terpapar Covid-19.
Ya, dan itu berhasil.
Dalot adalah satu-satunya anggota skuat Milan yang tersedia untuk untuk setiap pertandingan setelah kedatangannya. Perhatian yang cermat terhadap detail—termasuk sesi latihan ekstra dan pemulihan terfokus pada pencegahan cedera serta konsultasi pribadi dengan ahli gizi—memungkinkan dia melakoni 34 laga untuk Milan, dengan total lebih dari 2.000 menit bermain.
Mengingat Dalot cuma tampil 577 menit pada musim sebelumnya, jelas kerja kerasnya di Milan terbayar.
Getty/GoalDengan kucuran duit senilai £45 juta yang diinvestasikan United pada Wan-Bissaka dua tahun lalu, Dalot tahu bahwa sekembalinya ke Old Trafford dia masih harus berjuang untuk tampil lebih sering di 11 pertama.
Dalot nyatanya berkomunikasi reguler dengan Solskjaer selama waktunya di Italia. Sang pelatih ingin memantau perkembangan pemain asal Portugal itu.
Ketertarikan United untuk mengontrak Kieran Trippier musim panas lalu memang bikin alarm berbunyi. Sementara itu, Milan ingin mempermanenkan Dalot.
Tapi setelah Man United gagal datangkan Tripier dan jelas tidak ada persaingan lebih lanjut untuk pos bek kanan, Dalot kembali dan siap bertempur untuk tempat utama.
Sumber dalam yang sama mengatakan bahwa Dalot kini merasa dirinya lebih sebagai "pemain lengkap" ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Penegasannya adalah ia dipanggil ke skuat Portugal untuk Euro 2020 ketika Joao Cancelo dinyatakan positif Covid-19 jelang turnamen.
“Diogo menjalani musim panas yang sangat baik dengan dipanggil ke skuat Euro,” ucap Solskjaer awal bulan ini.
“Dia melakukannya dengan baik untuk Portugal, dia memiliki musim di mana dia belajar banyak dari Milan, dia tetap fit, itu adalah hal yang besar dan dia memiliki kualitas yang kami coba eksploitasi lebih dan lebih,” tutur pelatih asal Norwegia itu.
“Dia punya lebih banyak pengalaman. Kami tidak di sini hanya untuk meminjamkan pemain selama bertahun-tahun. Pinjaman tahun lalu adalah untuk memberinya pengalaman dan waktu bermain, dan saya pikir dia melakukannya dengan baik,” tambahnya.
Getty/GoalSalah satu "kualitas" yang bisa membedakannya dari Wan-Bissaka di mata Solskjaer adalah kemampuan Dalot untuk maju dan memainkan peran kunci dalam menciptakan peluang.
Wan-Bissaka kerap dikritik karena gaya menyerangnya sejak tiba dari Crystal Palace, meski menunjukkan sejumlah peningkatan di sepertiga akhir, atribusi pemain berusia 23 tahun itu masih di bawah Dalot terutama dalam hal umpan silang ke dalam kotak 16.
Kendati Wan-Bissaka telah memainkan lebih dari dua kali lipat jumlah menit ketimbang Dalot musim ini, penghitungan umpan silang mereka untuk kampanye masing-masing adalah 10. Dalot dengan rata-rata 1,4 ‘umpan silang bagus' per 90 menit, sementara Wan-Bissaka hanya 0,3.
Jika dibandingkan musim lalu, Dalot mencetak tiga assist untuk Milan dalam durasi setengah dari jumlah menit yang dibutuhkan Wan-Bissaka untuk menyumbangkan lima untuk United. Maka, pemain Porto itu seharusnya dapat menawarkan dimensi ekstra pada serangan United jika diberi kesempatan.
Kesempatan nyata pertama untuk menunjukkan kemampuannya telah datang saat ia tampil penuh dalam kemenangan terkini Man United atas Villarreal dengan skor 2-1 di Liga Champions.
Wan-Bissaka diskors imbas kartu merah dalam kekalahan kontra Young Boys, dua pekan lalu. Meski begitu, Dalot juga perlu membuktikan bahwa ia dapat menandingi keunggulan defensif bek kanan yang ia gantikan.
“Saya merasa sangat, sangat baik, antusias, dan berenergi,” ucap Dalot di situs United awal bulan ini.
“Saya bersemangat untuk mulai bermain dan saya siap membantu tim,” kata sang pemain.
“Itulah mengapa saya di sini dan itulah tugas saya, bersiap untuk bermain. Saya berjuang untuk itu dan itulah mengapa saya bertahan. Saya siap bermain dan membantu tim,” pungkasnya.
Dalot tahu dia harus bersabar, tapi ketika ada peluang, dia harus mengambilnya. Jika tidak, semua kerja keras yang ia lakukan musim lalu bakal sia-sia terkait masa bakti jangka panjangnya di United.




