Dimas Drajad Sudah Punya Firasat Bakal Jadi Kiper

Komentar()
Rais Adnan / Goal
Dimas tampil sebagai striker dan kiper saat timnas Indonesia U-23 menaklukkan Brunei Darussalam.

LIPUTAN   MUHAMAD RAIS ADNAN      DARI    HANOI    

Hal menarik terjadi saat tim nasional (timnas) Indonesia U-23 menaklukkan Brunei Darussalam U-23 pada laga terakhir grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Seperti diketahui, pada laga itu Indonesia menang dengan skor tipis 2-1.

Indonesia sempat unggul dua gol terlebih dahulu melalui kaki Dimas Drajad pada menit ke-31 dan Muhammad Raffi Syarahil (78'). Brunei mampu memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-85, melalui tendangan penalti Azim Izamuddin Suhaimi.

Dalam tendangan penalti itu terjadi insiden yang membuat kiper Indonesia U-23, Muhammad Riyandi terkena kartu kuning dua kali.

Pertama, Riyandi mendapatkan kartu kuning lantaran menjegal pergerakan pemain Brunei di dalam kotak penalti. Kedua, Riyandi sebenarnya mampu menggagalkan tendangan penalti pertama pemain Brunei, namun tendangan itu harus diulang lantaran kiper Barito Putera tersebut dianggap bergerak lebih dulu sebelum bola ditendang.

Wasit pun langsung mengganjar Riyandi dengan kartu kuning kedua yang membuatnya harus mengakhiri pertandingan lebih cepat. Indonesia yang sudah kehabisan jatah pergantian pemain akhirnya menempatkan striker Dimas Drajad sebagai penjaga gawang.

Sayang, pada penalti yang diulang tersebut, Dimas gagal menepis tendangan Azim, meski sudah membaca arah bola yang bergerak ke pojok kanan atasnya dengan tepat.

Tapi, pemain TIRA-Persikabo itu mampu menjadi penyelamat tim, dengan menggagalkan tendangan penalti kedua yang didapatkan Brunei pada masa injury time babak kedua.

Adalah tendangan Nazirrudin bin Haji Ismail yang berhasil ditepisnya dengan gemilang. Selepas pertandingan, Dimas mengaku bersyukur bisa berperan untuk membawa skuat Garuda Muda menang di laga ini.

"Pertama, saya sedikit kecewa karena kami tidak lolos ke Piala Asia. Kalau perasaan saya untuk pertandingan tadi alhamdulillah saya menyelamatkan timnas dari penalti tadi," kata Dimas.

Lebih lanjut, Dimas mengakui dirinya sebelumnya memang sudah memiliki firasat bakal menjadi kiper di laga ini, ketika sesi latihan terakhir tim yang digelar, kemarin petang.

"Kemarin sempat latihan saya mau coba jadi kiper waktu sama Awan Setho, Bagas Adi Nugroho, dan unyil (panggilan untuk Fredyan Wahyu Sugiantoro). Tadi juga saya sendiri yang lari minta (untuk jadi kiper) dari depan sampai belakang," tambahnya.

Lebih lanjut, pemain kelahiran Gresik, 30 Maret 1997, ini juga mengungkapkan kunci suksesnya bisa menepis penalti lawan.

"Saya lihat matanya. Saya bisa tahu, soalnya kalau saya biasanya penalti kayak begitu juga. Kalau (penalti) pertama itu memang bolanya susah, yang kedua saya tahu jadi saya bisa tebak," jelasnya, sambil menegaskan dirinya masih lebih nyaman bermain sebagai seorang striker.

 

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Persib Resmi Dapatkan Fabiano Beltrame
2. Cetak Gol Debut, Kean Masuk Buku Sejarah Timnas Italia
3. Frank De Boer: Saya Tangani Skuat Inter Yang Busuk
4. Ryan Giggs: Saya Tak Suka Arsenal!
5. Jadon Sancho, Dari Jalanan London Menuju Pentas Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Kualifikasi Piala Asia U23 2019

 

Tutup