Ujung tombak Borneo FC Matheus Pato mengaku tidak terlalu memikirkan ketertarikan sejumlah klub di kawasan Asia setelah ia meraih kesuksesan di Liga 1 2022/23.
Pato tampil sebagai topskor Liga 1 musim ini dengan torehan 25 gol, satu lebih banyak dibandingkan penyerang Persib Bandung David Da Silva yang sempat menjadi pesaingnya di tiga pertandingan terakhir.
Secara keseluruhan Pato telah melesakkan 31 gol dan empat assists untuk Borneo FC di berbagai kompetisi sejak diboyong Pesut Etam. Enam gol lainnya dilesakkan di turnamen pramusim Piala Presiden.
Tak heran bila Pato menjadi incaran sejumlah klub, baik di Indonesia maupun di Asia, seperti Tiongkok dan Korea Selatan. Namun Borneo FC bergerak cepat dengan memperpanjang durasi kontrak pemain asal Brasil itu hingga 2025.
Pato memberikan apresiasi kepada sejumlah klub yang menaruh minat kepada dirinya. Kendati demikian, Pato menghormati kontraknya bersama Borneo FC, dan masih menikmati momen kesuksesan di musim pertamanya di Indonesia.
“Wajar jika mata beberapa tim di benua ini melihat ke saya. Setiap pemain yang menonjol akan menarik perhatian tim lain. Yang paling penting adalah perasaan pencapaian yang saya miliki saat ini,” ujar Pato kepada Esporte News Mundo.
Pato menambahkan, dirinya sudah mengambil keputusan tepat untuk bergabung dengan Borneo FC. Sejak awal, Pato meyakini ia akan bisa meraih kesuksesan dalam perjalanan karirnya di Indonesia.
“Kegembiraan saya sungguh luar biasa. Menjadi pencetak gol terbanyak di liga adalah sesuatu yang menyanjung setiap pemain,” ucap pemain kelahiran Rio Branco 27 tahun lalu itu.
“Ketika saya datang ke sini, saya yakin telah membuat pilihan terbaik, dan waktu telah membuktikannya. Itu adalah musim dengan banyak gol, dan banyak kemenangan, menjadi yang terbaik dalam karir saya.”


