Pochettino Klopp splitGetty Images

Diledek Gary Neville, Jurgen Klopp Bela Mauricio Pochettino

Manajer Liverpool Jurgen Klopp membela Mauricio Pochettino yang menjadi sasaran kritik dan ejekan setelah Chelsea menelan kekalahan dari pasukan muda The Reds dalam final Piala Liga Inggris akhir pekan kemarin.

Liverpool dalam kondisi krisis pemain akibat badai cedera dalam pertandingan tersebut. Klopp lalu memasukkan sejumlah pemain akademi, seperti Jayden Danns, Bobby Clark dan James McConnell di perpanjangan waktu. Liverpool pun memastikan kemenangan lewat gol Virgil van Dijk.

Gary Neville yang menjadi pundit Sky Sports mengolok-olok Pochettino yang dianggap tidak becus, karena anak asuhnya tak mampu mengalahkan tim yang sedang dilanda krisis pemain, dan menurunkan skuad muda.

Klopp memahami bila banyak orang memberikan komentar terhadap pertandingan tersebut. Namun Klopp pun melakukan pembelaan terhadap Pochettino. Hal itu disebabkan Klopp pernah berada dalam posisi seperti Pochettino.

“Saya mengerti banyak orang sepertinya harus membicarakan itu. Tapi saya juga pernah berada di kursi lain, kalah di final. Orang-orang mengatakan banyak hal tentang Anda yang tidak ingin Anda dengar. Dalam kasus saya, beberapa di antaranya benar, beberapa lainnya tidak,” tutur Klopp dilansir laman Liverpool Echo.

“Sayalah yang tahu bagaimana rasanya kalah di lima atau enam final berturut-turut. Saya bisa membayangkan bagaimana rasanya bagi Chelsea, semua orang mengatakan kepada Anda “omong-omong, Anda kalah di lima pertandingan terakhir, dan itu rekor baru'. Itu tidak baik.”

“Mereka tidak pantas disalahkan, [karena] mereka memainkan pertandingan yang sangat bagus. Anda hanya perlu mengalahkan lawan, dan itulah yang kami lakukan. Itu sebabnya olok-olok bukan sesuatu yang saya lakukan.”

Klopp menambahkan, ia telah melihat bagaimana wajah pemain Chelsea dan Pochettino selepas pertandingan. Menurutnya, kekalahan dalam sepakbola, terutama final, merupakan sesuatu yang sering terjadi.

“Saya benar-benar tidak memahaminya. Mereka (Chelsea) sangat menginginkannya, dan tidak mendapatkannya. Saya melihat di wajah para pemain dan Poch (Pochettino) setelah pertandingan, rasanya menyedihkan,” ujar Klopp.

“Saya rasa tidak ada seorang pun yang pantas menerima berbagai macam perasaan ini. Tetapi pada akhirnya seperti itu, yang satu merasa seperti itu, dan yang lain lebih bahagia. Rumit, tapi itulah dunia yang kita tinggali.”

Iklan
0