Mundari Karya - Barito PutraGoal/Abi Yazid

Dikirim Barito Putera Ke Pesantren, Yudha Febrian Betah

Bek kiri Barito Putera, Yudha Febrian, menjalani keseharian di pesantren di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat. Yudha dikirim ke pesantren oleh Barito sebagai konsekuensi dari tindakan indisipliner yang ia perbuat.

Pelanggaran tersebut dilakukan Yudha ketika bersama timnas Indonesia U-19, pada pemusatan latihan (TC) di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pemain berusia 18 tahun itu melanggar jam malam, hingga membuat tim pelatih geram.

Akibatnya, Yudha bersama Serdy Ephyfano (pemain lainnya) dipulangkan dari TC. Serdy mendapat hukuman dicoret dari Bhayangkara Solo FC, sementara Yudha lebih beruntung karena Barito berusaha memperbaikinya.

Mundari Karya selaku manajer Laskar Antasari datang menjenguk Yudha di pesantren. Mundari dapat melihat perubahan dari sikap Yudha yang perlahan juga bangkit, hal ini membuat pihak Barito senang dengan progres yang dialami Yudha.

“Kabarnya Yudha di sana baik, dia juga tetap menjalani latihan di sana. Hal yang paling penting kan program pembinaan ini fokus kepada kerohaniannya dia,” ungkap Mundari sebagaimana dilansir laman resmi Barito.

“Dia merasa betah di sana, dan dia juga menyesal serta menerima konsekuensinya. Saya lihat dia juga sekarang sering mengaji dan mengikuti kegiatan kerohanian lainnya di sana,” tambah mantan pelatih timnas Indonesia U-16 tersebut.

Mundari Karya - Barito PutraGoal/Abi Yazid

Seperti dasar dari Barito itu sendiri, yakni kekeluargaan, mereka menerima Yudha dan siap membantu Yudha untuk bangkit. Pihak klub bertanggung jawab penuh dengan segala kebutuhan Yudha selama di pesantren.

“Alhamdulillah semua keperluan Yudha di sana juga bisa kami penuhi. Mulai asupan gizi dan vitamin juga kami penuhi di sana. Awal Januari kira-kira kami akan menengok Yudha lagi ke sana,” ucap Mundari.

Kasus Yudha dan Serdy merupakan bukti dari ketegasan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang ingin membentuk mental pemain bagus dan tentu disiplin. Yudha harus menerima hukumannya, karena ia tidak disiplin.

Berbeda dengan Yudha, Serdy sudah dua kali melakukan kesalahan dan berujung pencoretan. Kesalahan pertama Serdy terjadi pada TC Agustus lalu, di mana ia telat datang latihan dan akhirnya batal dibawa ke Kroasia.

Mochammad Yudha Febrian - Indonesia U-16Abi Yazid / Goal
Iklan
0