Diego Simeone menyebut tebalnya benteng pertahanan Atletico Madrid sebagai produk akhir dari komitmen kuat yang diperlihatkan para pemain terhadap visi sepakbola yang diusungnya.
Akhir pekan lalu Atleti menang tipis 1-0 atas Real Valladolid, dan untuk pertama kali mereka berhasil menorehkan kemenangan beruntun di LaLiga sejak menghantam Real Betis dan Levante pada pertengahan musim.
Laga tandang terakhir Atleti berujung pembantaian 5-0 Osasuna dan berikutnya mereka akan tampil di markas Levante.
Kepergian Diego Godin dan Lucas Henandez pada tahun lalu memaksa Simeone merombak sektor pertahanan. Stefan Savic dan Jose Gimenez berhasil menjalin kerjasama apik sebagai bek tengah sementara Kieran Trippier dan Renan Lodi jadi penyempurna.
Dengan kiper hebat pada diri Jan Oblak, gawang Atletico baru kebobolan 22 dari 30 pertandingan LaLiga pada musim ini namun Simeone enggan terlalu mengandalkan keahlian itu.
"Kesalahan pasti akan terjadi, semua tim melakukannya," ujarnya saat konferensi pers.
"Saya masih yakin kekuatan terbesar tim ini ada pada keberhasilan mengatur emosi. Begitulah cara kami mewujudkan target."
Target yang dimaksud Simeone tentu saja mengamankan satu tempat di Liga Champions dengan mengakhiri LaLiga di empat besar.
Atleti sekarang berada di peringkat empat klasemen sementara dengan poin 52 dari 30 pertandingan, mereka unggul empat poin dari Getafe yang berada satu strip di bawahnya.
Simeone kemudian memuji Joao Felix yang tampil luar biasa dengan mencetak dua gol ke gawang Osasuna.
"Dia pemain yang berbeda," ujarnya tentang pemain yang mereka dapatkan seharga €120 juta tersebut.
"Kami selalu menghargainya. Dia masih berkembang dan akan menghabiskan banyak waktu pada situasi penting. Dia akan terus berevolusi."
"Joao punya kualitas penting untuk gemilang di sepakbola."




