Mengenang Momen Diego Maradona Hadapi Indonesia

Komentar()
Diego Maradona Argentina Hungary 1977
El Gráfico
Sang legenda Argentina mencetak dua gol ke gawang Indonesia di Piala Dunia Junior lebih dari empat dekade lalu.

Jagat sepakbola berurai air mata mendengar kabar kematian salah satu legenda terbesar, jika bukan yang PALING besar: Diego Armando Maradona.

El Pibe de Oro, julukan Maradona yang berarti Si Anak Emas, mengembuskan napas terakhir, Rabu (25/11) kemarin, tidak sampai sebulan dari ulang tahunnya yang ke-60 pada 30 Oktober.

Kedahsyatan talenta Maradona menyihir jutaan pencinta bal-balan di seluruh penjuru bumi, tidak terkecuali Indonesia, yang pernah dikunjunginya pada 2013.

Lawatan ke Tanah Air tujuh tahun silam toh bukan satu-satunya koneksi Maradona dengan Indonesia. Jauh sebelumnya, Maradona pernah berhadapan langsung dengan timnas Indonesia di ajang Piala Dunia U-20 1979.

Kala itu skuad Garuda Muda beruntung bisa berlaga dalam turnamen di Jepang. Sebab, Indonesia sebetulnya tidak lolos kualifikasi, namun Irak sebagai salah satu perwakilan Asia bersama Korea Selatan memilih mengundurkan diri dan beberapa negara lain menolak menggantikan hingga akhirnya jatah tersebut jatuh kepada Indonesia.

Masuk Grup B, Indonesia langsung melawan Argentina yang dimotori Maradona muda pada pertandingan pertama.

Tak ada kejutan.

Argentina yang merupakan favorit juara menang besar 5-0 di Stadion Omiya. Maradona dua kali membobol gawang Indonesia, dan Ramon Diaz mengemas hat-trick.

"Kelas Maradona sebagai pemain memang berbeda beberapa tingkat dengan kami," kenang David Sulaksmono, gelandang Indonesia U-20 saat itu. "Sayang, foto-foto kenangan saat berjibaku dengannya di lapangan hilang."

Meski jadi bulan-bulanan, pelatih Indonesia Sutjipto Suntoro mengaku tidak kecewa.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Biar kalah, saya tetap senang," ujarnya. "Mereka bermain dengan semangat tinggi." 

Indonesia harus rela menjadi juru kunci grup setelah dicukur Polandia 6-0 dan Yugoslavia 5-0 dalam dua laga berikutnya, sementara Argentina kemudian terus melaju hingga ke tangga juara, mengempaskan Uni Soviet 3-1 di final dan Maradona terpilih sebagai pemain terbaik kompetisi.

Prestasi di tingkat junior tersebut menjadi preview dari kejayaan lebih besar yang kelak diraih Maradona bersama tim utama Argentina: juara Piala Dunia 1986.

Tutup