Pelatih Prancis Ddidier Deschamps mengaku sulit menggambarkan kekalahan di final Euro 2016 di tangan Portugal.
Di partai final yang berlangsung di Stade de France, Senin (11/7) dini hari WIB, Portugal menang 1-0 melalui gol yang dicetak Eder di babak kedua masa perpanjangan waktu, yakni pada menit ke-109. Ini adalah gelar juara mayor pertama Seleccao dalam sejarah mereka.
Portugal, yang kehilangan kapten Cristiano Ronaldo akibat cedera lutut sejak menit ke-25, lebih banyak menampilkan permainan defensif. Andre-Pierre Gignac nyaris mencetak gol penentu kemenangan lewat sepakan di dalam kotak penalti di pengujung babak kedua, namun bola hanya menerpa mistar gawang.
Deschamps mengakui timnya harus membayar kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang dan ia membutuhkan beberapa wktu untuk mengatasi kesedihan ini.
"Tidak ada kata-kata, kekecewaan yang sangat besar. Ini akan memakan waktu untuk mencernanya," ujar Deschamps kepada M6 dan beIN Sports usai pertandingan.
"Bahkan, jika kami kehilangan sedikit energi malam ini, ini bukan alasan. Kami punya sejumlah peluang, yang terakhir adalah Gignac. Setelah itu, kami terus berushaa. Ini adalah pertandingan yang sangat ketat dan kami memiliki peluang, demikian halnya Portugal."
"Sayangnya, mereka mencetak gol. Ini sangat mengecewakan, kami tidak bisa menghalau sepenuhnya, tapi kami melewatkan sebuah peluang besar di sini. Mungkin tidak unik, tapi peluang besar untuk menjadi juara Eropa."
"Kami menang bersama, kami menderita bersama, dan hari ini kami kalah bersama. Kami tahu kami memiliki semangat Prancis dan akan menjadi luar biasa memberi trofi di rumah sendiri, tapi sayangnya tidak menjadi kenyataan."
