Penampilan ciamik Paul Pogba, khususnya di babak pertama, pada laga pamungkas penyisihan Grup A Euro 2016 kontra Swiss membuat Didier Deschamps terkesan.
Performa Pogba di pentas internasional sempat dipertanyakan dan ia gagal menembus starting XI menghadapi Albania. Gelandang Juventus itu juga melakukan tindakan kontroversial dengan membuat gesture tidak sopan di akhir pertandingan tersebut, namun ia kemudian menjawab kritik dengan peningkatan performa yang signifikan.
Sepakan Pogba dua kali membentur mistar gawang dan ia juga memaksa man-of-the-match Yann Sommer melakukan penyelamatan heroik di babak pertama. Melihat penampilan sang Pemain, Deschamps tak ragu memberi acungan jempol dan berharap eks penggawa Manchester United tersebut berada dalam bentuk terbaik di fase gugur.
“Paul adalah kekuatan di babak pertama, hati dan jiwa kami,” kata Deschamps, pascalaga yang berakhir imbang tanpa gol.
“Dia tidak terlalu banyak ke depan di babak kedua, namun memiliki potensi besar dan saya percaya kepadanya.
“Kami memiliki tiga pertandingan dalam sembilan hari, itulah kenapa saya menurunkan beberapa pemain yang segar. Tapi kami butuh Paul Pogba di level top.
“Hasil ini menempatkan kami di posisi puncak tapi kami memiliki empat peluang, andai kami lebih tajam kami bisa mencetak gol,” tandasnya.

