OLEH TAUFIK BAGUSGara-gara produktivitas gol yang minim bersama tim nasional Prancis, lima gol dari 28 caps, Paul Pogba menuai kritik dari media lokal di negaranya. Dengan label sebagai salah satu pemain muda berbakat yang ada saat ini, jumlah gol yang dicetak Pogba dinilai sangat kurang bagi tim Prancis.
Didier Deschamps menilai kritik tersebut terlalu berlebihan. Dengan posisi sebagai pemain gelandang, dan peran utama bukan sebagai pencetak gol utama, apa yang dilakukan Pogba sejauh ini tak pantas menuai tanggapan miring.
| SIMAK JUGA |
| Everton Bandrol Romelu Lukaku Lebih Dari 50 Juta |
| Anthony Martial Sempat Takut gabung Manchester United |
| Louis van Gaal Paksa Wayne Rooney Main dengan Kondisi Cedera? |
"Paul tak ada beda dengan pemain lain. Ia sudah menetapkan standar yang sangat tinggi sejak awal. Saya selalu berharap padanya untuk bisa tetap menentukan dan spektakuler, tapi ia tetap menjadi seorang gelandang," kata pelatih tim nasional Prancis itu, Selasa (29/3).
"Jika ia tak melakukan sesuatu yang menentukan, itu bukan berarti ia tak berguna buat tim. Saya tak berharap darinya bisa mencetak dua atau tiga gol di setiap pertandingan."
"Ia adalah pemain dengan kualitas segudang, dan ekspektasinya ada pada kemampuan yang dimilikinya. Ia bisa memberikan banyak hal pada tim dan kualitasnya sama sekali tak diragukan," tegasnya.


