Kekecewaan atas kepemimpinan wasit Tabrani diperlihatkan pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman setelah Ayam Kinantan menelan kekalahan 3-1 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Jumat (1/6) malam WIB.
Djadjang mengatakan, sejumlah keputusan wasit telah merugikan tim besutannya, sehingga memberikan pengaruh terhadap performa pemain. Djadjang pun mengamini pernyataan arsitek Bali United Widodo Cahyono Putro terkait perbaikan sepakbola Indonesia.
“Banyak keputusan wasit yang tidak bisa kami terima, terutama terkait dengan pelanggaran. Saya sepakat dengan apa yang dikatakan Widodo tentang kepemimpinan wasit. Kalau sama-sama mau membangun, saya kira tidak akan seperti ini,” cetus Djanur, sapaan Djadjang.
Terlepas dari kepemimpinan wasit, Djanur mengakui absennya Reinaldo Lobo di barisan belakang membuat gawang PSMS bisa dibobol tiga gol. Menurutnya, kerja sama antara M Roby dan Roni Fatahillah belum padu.
“Absennya Lobo memberikan pengaruh, lini belakang seperti tidak ada pemimpin. Roby dan Roni belum padu. Selain itu kami sering melakukan kesalahan sendiri. Ini hasil yang buruk, sudah enam away kami tidak bisa memetik poin,” ujar Djanur.
“Tapi secara keseluruhan permainan kami tidak buruk, kami bisa mengimbangi mereka. Saya memberikan apresiasi kepada pemain yang sudah berjuang dengan maksimal. Semoga di laga home kami bisa menang.”



