Di tengah perayaan tim nasional Maroko atas keberhasilan mereka melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, Ibrahim Diaz mencuri perhatian dengan pencapaian individu barunya, sekaligus menegaskan bahwa pengaruhnya dalam perjalanan “Singa Atlas” tidak hanya terbatas pada penampilannya, tetapi juga meluas hingga menorehkan halaman baru dalam sejarah sepak bola Afrika.
Diaz kini menjadi pemain Afrika dengan kontribusi gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, setelah menambah jumlah assistnya menjadi 4, sehingga memimpin daftar historis tersebut sendirian usai kemenangan Maroko atas Kanada dengan skor 3-0 di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Sabtu malam ini, menurut data Squawka.
Angka-angka yang dicatat pemain Maroko ini mencerminkan besarnya pengaruhnya di turnamen ini hingga saat ini, di mana ia telah bermain selama 388 menit, menyentuh bola sebanyak 206 kali, dan berhasil melakukan 123 umpan dari total 136 percobaan, dengan tingkat keberhasilan melebihi 90%.
Selain itu, bintang Real Madrid ini menciptakan 8 peluang emas, berhasil melakukan 5 dribel, melepaskan 5 tembakan ke gawang, serta mencatatkan 4 umpan kunci. Di sisi pertahanan, ia berkontribusi dengan 3 tekel sukses dan 2 blok, serta berhasil melakukan 2 umpan terobosan dari 2 percobaan. Sementara itu, rata-rata gol yang diharapkan (xG) sebesar 0,37, di Piala Dunia kali ini.
Diaz mendapat kritik dari sejumlah analis dan mantan bintang Maroko dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, seperti mantan pemain internasional Younes Belhanda yang menggambarkan penampilan pemain Real Madrid itu sebagai permainan individu yang tidak menguntungkan tim, hal yang mendorong pelatih Mohamed Wahbi untuk membela sang pemain.
Timnas Maroko akan menghadapi pemenang pertandingan antara Prancis dan Paraguay di babak perempat final.


