Nainggolan getty images

Dianggap 'Bad Boy', Klub Belgia Depak Radja Nainggolan

Royal Antwerp sepertinya sudah tidak tahan dengan sikap Radja Nainggolan, dan klub Pro League Belgia tersebut memutuskan bakal menjual pemain berdarah Indonesia ini pada bursa transfer Januari.

Nainggolan dalam beberapa bulan terakhir kerap bertingkah laku buruk, di antaranya ditangkap polisi karena mengendarai mobil tanpa surat izin mengemudi (SIM), serta mengisap rokok di bangku cadangan saat tim B melakoni pertandingan melawan Standard Liege.

Manajemen dan Nainggolan sudah melakukan pembicaraan pada akhir pekan kemarin. Dari pembicaraan tersebut akhirnya tercapai kesepakatan Nainggolan tidak menjadi bagian tim lagi, dan akan dijual ke klub lain.

“Dengan adanya jeda Piala Dunia, [kami memandang] perlu untuk duduk bersama. Kami telah memutuskan untuk tidak memasukkan Radja ke dalam skuad A lagi. Klub akan bekerja sama dengan kemungkinan transfer,” demikian pernyataan resmi klub.

“RAFC tidak akan mengomunikasikan lebih lanjut mengenai hal ini, dan fokus pada persiapan kembalinya kompetisi reguler.”

Padahal ketika datang ke Antwerp pada tahun lalu, Nainggolan disambut meriah manajemen, mengingat ia akhirnya kembali ke Belgia setelah berkarir di sejumlah klub di Italia. Tidak tanggung-tanggung, kedatangan Nainggolan disambut tabuhan drum chairman klub Paul Gheysens.

Pada pekan lalu, Gheysens sudah menyampaikan kekesalannya kepada Nainggolan. Menurut Gheysens, Nainggolan sudah tidak fokus lagi terhadap profesinya sebagai pesepakbola.

“Saya tidak ingin menjatuhkan siapa pun, tetapi saya merindukan hubungan dengan Radja. Dia sekarang tidak sepenuhnya fokus pada sepakbola. Demi kejelasan, saya tidak berbicara tentang perusahaan yang baru saja didirikan Radja, tetapi tentang komitmen, dan perilakunya secara keseluruhan,” cetus Gheysen dikutip laman Het Laatste Nieuws.

“Beberapa hal juga terjadi yang tidak sesuai dengan peran keteladanan yang dimiliki Radja. Dia membuat pilihan tertentu yang membuatnya kurang lebih tidak mungkin berada dalam tim ini. Ini adalah pemborosan bakat yang patut disesalkan. Ini benar-benar memalukan bagi Radja dan klub.”

Iklan
0