Alfonso De La Cruz - PSS SlemanAurelius Balakosa / Goal

Diadukan Mantan Pemain Ke FIFA, PSS Sleman Siap Bertanggung Jawab

Bek asal Spanyol, Alfonso de la Cruz, merasa tidak dihargai oleh mantan klubnya ketika berkarier di Indonesia, PSS Sleman. Sebagaimana pemain berusia 34 tahun itu membuat aduan kepada FIFA.

Kepada federasi sepakbola dunia itu, Alfonso membeberkan bahwa haknya selama satu musim tidak dipenuhi klub berjuluk Super Elang Jawa. Hal ini ia beberkan kepada media, beberapa waktu lalu.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi di Indonesia, tapi PSS Sleman tidak terlalu baik kepada saya. Saya ada kontrak dua tahun, tapi mereka tidak bincang dengan saya. Ini situasi yang buruk," keluhnya, dikutip Vocketfc.

"Jadi, FIFA akan berbincang dengan PSS Sleman tentang saya. FIFA akan meminta PSS Sleman untuk membayarkan gaji saya. Jika tidak, PSS Sleman akan menghadapi masalah yang besar. Sudah satu tahun, mereka tidak bayar saya. Sampai sekarang tak dapat lagi," beber eks Selangor FA itu.

Kiprah Alfonso bersama PSS memang tidak begitu indah sejak ia gabung pada 2019. Dirinya lebih banyak berkutat dengan cedera, ditambah penampilannya kurang mengesankan hingga mendapat kecaman dari suporter.

Alfonso De La Cruz - Persib Bandung vs PSS Sleman (30082019)GOAL

PSS, sebagai pihak yang dikeluhkan Alfonso kepada FIFA, memastikan bahwa mereka tidak tinggal diam dengan hal ini. Marco Gracia Paulo sebagai direktur utama PT Putra Selaman Sembada, memberi penjelasan bahwa PSS tidak pernah bermaksud abai.

"Satu hal yang perlu diluruskan bahwa PSS tidak mengabaikan kontrak yang ada. Apa yang menjadi kewajiban klub seperti tercantum dalam surat FIFA sedang dalam proses penyelesaian," ungkap Marco, dalam rilis klub kepada media.

Marco tidak memungkiri adanya pembayaran gaji Alfonso yang belum terealisasi. Hal itu terjadi pada masa transisi manajemen. Sayangnya, di tengah proses penyelesaian pengakhiran kontrak dengan Alfonso, terjadi pandemi Covid-19.

Tentu pada saat ini, PSS pun coba bergegas membangun komunikasi dengan Alfonso untuk mencari penyelesaian gaji Alfonso. Manajemen PSS tidak mau nama klub sampai tercoreng akibat kasus ini, apalagi sampai mendapat hukuman sebagai klub.

"Berita yang ada terkait Alfonso tidak akan mencederai komitmen PSS kepada filosofi yang hendak dibangun di klub ini, yaitu klub yang profesional secara utuh,” tukas Marco.

Pada 2019, Alfonso kali pertama gabung dengan PSS yang saat itu berstatus sebagai tim promosi Liga 1. Selama satu musim mantan pemain Caravaca FC ini hanya membukukan 18 penampilan, dengan lima kartu kuning.

Marco Paulo - PSS SlemanOfficial PSS
Iklan
0