Formiga BrazilGetty Images

"Dia Bukan Dari Planet Ini!" - Pemain Timnas Wanita Brasil Formiga Jalani Olimpiade Ketujuh Di Usia 43 Tahun

Umur yang sudah lebih dari empat dasawarsa tak menghalangi Formiga, untuk terus berkarier di dunia sepakbola. Ia bahkan masuk skuad timnas wanita Brasil pada Olimpiade Tokyo 2020.

Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, menjadi sejarah tersendiri untuk Formiga. Gelandang berusia 43 tahun tersebut menjadi pesepakbola wanita tertua yang ambil bagian dalam ajang itu.

Bukan itu saja, Formiga juga sebagai atlet pertama yang tampil di tujuh Olimpiade berbeda. Pencapaian tersebut membuktikan kualitasnya tetap mantap, meski usianya sudah tua.

Debut Formiga untuk timnas wanita Brasil terjadi pada Piala Dunia 1995, ketika umurnya 17 tahun. Setahun kemudian, ia menjalani Olimpiade pertamanya di Atlanta dan tidak pernah absen dalam ajang olahraga terbesar dunia hingga sekarang. 

"Dia bukan dari planet ini," kata Rosana yang empat kali mengikuti Olimpiade bersama timnas wanita Brasil saat ditanya tentang Formiga kepada Goal.

Rosana, menceritakan Formiga mempunyai tekad kuat dan kebugaran yang sangat baik. Bahkan, ia sampai tak habis pikir pemain Sao Paulo tersebut bisa seperti itu.

Performa yang ditunjukkan Formiga, menyebabkan banyak orang takjub. Sosoknya yang menenangkan di lapangan, ditunjang kerja keras membuatnya mendapat julukan Formiga alias "semut" dalam bahasa Portugis, yang berarti sangat penting bagi tim.

"Beberapa tahun sebelum dia berusia 40 tahun, kami biasa melakukan tes kebugaran. Kami memiliki GPS di punggung kami dan dia akan memiliki stamina 20 persen dari siapa pun di lapangan. Ini sudah menginjak usia 40 tahun. Saya sangat percaya bahwa dia bukan dari planet ini," ujarnya.

Formiga Brazil Women 2021Getty

Tepat sebelum turnamen dimulai, penyerang timnas wanita Brasil berusia 18 tahun, Giovana Queiroz, mengunggah foto dirinya bersama Formiga di Instagram. "Saya tidak pernah membayangkan saya akan bermain di tim nasional bersamanya,"  tulis Giovana.

Perbedaan umur yang jauh dengan rekan setimnya, membuat Formiga sebagai sosok panutan di skuad timnas wanita Brasil. Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

"Saya dapat menambahkan sesuatu ke kehidupan gadis-gadis ini, dari mereka melihat saya dan berkata: 'Hei, 43 tahun dan dia masih di sini berjuang hingga hari ini'. Saya menginginkan hal yang sama. Saya akan berjuang untuk itu juga, untuk terus seperti ini," ucap Formiga saat memasuki Olimpiade.

"Saya merasa seperti cermin bagi gadis-gadis ini untuk terus mencari impian mereka. Karena saya melalui itu ketika saya tiba di tim nasional, dengan yang paling berpengalaman mengajari saya ke mana saya harus pergi. Oleh karena itu, tanggung jawab saya adalah menyerahkan tongkat estafet dengan cara terbaik, dan juga untuk menyambut mereka dengan tangan terbuka dan berkata, 'rumah adalah milikmu', seperti yang mereka lakukan kepada saya," Formiga menambahkan.

Penyerahan tongkat estafet itu menjadi bagian krusial untuk skuad timnas wanita Brasil. Setelah Olimpiade Tokyo, kemungkinan akan ada perubahan generasi besar menjelang Piala Dunia 2023, mengingat sembilan yang ada sekarang sudah berusia di atas 30 tahun.

Sekarang saatnya pemain muda yang unjuk kemampuan. Seperti Gio yang membela Barcelona. Kemudian Geyse, yang punya ketajaman, dan Adriana yang merupakan bintang Corinthians tetapi absen di Olimpiade karena cedera.

Mungkin Formiga telah mengukir banyak sejarah untuk timnas wanita Brasil. Namun, ia belum pernah mengantarkan negaranya meraih medali emas di Olimpiade, prestasi paling bagus mendapatkan dua medali perak pada 2004 dan 2008.

"Pada titik ini, saya melihat diri saya lebih dewasa, sedikit lebih sabar dalam beberapa situasi untuk membantu tim membuat keputusan yang tepat di lapangan. Karena ini adalah Olimpiade terakhir saya, setelah menjalani begitu banyak pertandingan, saya pikir dapat membantu tim dalam aspek ini sehingga kami dapat maju dari satu tahap ke tahap lainnya," tutur Formiga.

Sayang, keinginan Formiga mendapatkan medali emas pada Olimpiade Tokyo 2020, gagal terwujud. Timnas wanita Brasil, dikalahkan timnas wanita Kanada, pada babak perempat-final lewat adu penalti 4-3, setelah selama 120 menit skor tanpa gol bertahan, Jumat (30/7).

Iklan
0