Indonesia U22 Egy Maulana Vikri 05102019Audi Rachman

"Di Sini Sudah Seperti Keluarga" - Egy Maulana Vikri Tentang Hidup Di Polandia Bersama Lechia Gdansk

Juli 2018 Egy Maulana Vikri resmi menjadi bagian dari klub Polandia, Lechia Gdansk. Ia tercatat sebagai pemain Indonesia pertama yang bisa menembus kancah sepakbola Polandia, di usia yang masih 18 tahun.

Tentunya tidak mudah bagaiman remaja seusia Egy harus jauh dari rumah dan menjalani hidup yang berbeda di negara lain. Namun waktu terus berlalu dan Egy sudah merasa kerasan di Polandia, yang artinya bisa beradaptasi dengan baik.

Dalam kanal Youtube Rakuten Sports, Egy menceritakan bagaimana kisah hidupnya di Polandia. Kesendirian harus dihadapi pemain jebolan SKO Ragunan ini, namun lingkungan Gdansk turut membantunya melewati masa tersebut.

"Tantangan buat pemain muda Indonesia ke luar negeri yang pertama adalah mental. Karena, kita akan berada jauh banget dari keluarga dan teman-teman. Tidak ada yang berbahasa Indonesia," ungkap Egy dalam serial bertajuk Local Hero tersebut.

"Saya jarang menggunakan bahasa Indonesia. Terus juga saya masih tinggal sendiri di sini tidak ada siapa-siapa. Di kamar saja tidak mungkin setiap saat saya tidur, jadi kadang saya bermain gim," beber mantan pemain timnas Indonesia U-19 ini.

Egy Maulana Vikri - Lechia GdanskTomasz Rulski

Berkomunikasi dengan keluarga menjadi obat rindu bagi Egy. Tak jarang dirinya bertanya resep masak dari ibunya, demi mengobati rasa kangen akan masakan Indonesia. Egy menuturkan, setidaknya tiga kali dalam sepekan ia menghubungi keluarga di rumah.

"Ada juga teman-teman [di Polandia] yang tanya timnas Indonesia, liga-liga Indonesia, dan saya selalu memantau situasi di Indonesia bagaimana. Karena kadang kalau kangen saya coba lihat, supaya seperti di rumah," beber Egy.

"Mereka [orang tua] bertanya soal kabar bagaimana situasi di sini, saya berusaha menampilkan yang terbaik. Kadang saya tanya resep masak, kadang saya masak nasi goreng buat di rumah karena kangen masakan rumah," katanya sambil tertawa.

Rekan-rekan Egy di Lechia Gdansk disebut ramah dan membantu dirinya merasa betah. Bagaimana tim bisa merangkul Egy turut membuatnya nyaman di sana. Menurut Egy, merasa nyaman adalah hal kunci untuk selanjutnya bisa fokus mengembangkan kemampuan.

"Saya sudah merasa dekat dengan semua pemain, kadang kami pergi, ngobrol, dan main bareng gim FIFA. Mereka juga tanya bagaimana Indonesia, bagaimana kondisi Indonesia, kenapa kamu bisa punya begitu banyak followers?" kisah Egy.

"Mereka yakin, dan saya juga yakin semua itu bisa membuat kami nyaman, karena pemain-pemain di sini sudah seperti keluarga bagi saya," tutupnya.

Indonesia U22 Egy Maulana Vikri 05102019Goal Indonesia
Iklan
0