Angel Di Maria ditarik keluar saat Paris Saint-Germain kalah dari Nantes pada Senin (15/3) dini hari WIB usai mendengar kabar bahwa rumahnya kerampokan dan anggota keluarganya menjadi korban insiden, Goal dapat mengonfirmasi.
Bintang asal Argentina itu digantikan oleh Leandro Paredes tepat saat satu jam permainan di Parc des Princes, setelah Randal Kolo membatalkan gol pembuka PSG yang dicetak oleh Julian Draxler.
Pasukan Mauricio Pochettino kalah tipis 2-1 lawan Nantes yang terancam degradasi usai Moses Simon mencetak gol kemenangan tim tamu, namun sorotan media bukan pada hasil akhir laga melainkan situasi yang dialami Di Maria.
Sepanjang pertandingan Di Maria menunjukkan performa yang solid dan membantu PSG bermain bagus di awal, namun kabar buruk datang saat direktur olahraga Leonardo mengisyaratkan komunikasi kepada Pochettino di pinggir lapangan.
Mantan bos Tottenham Hotspur itu segera menarik Di Maria keluar dan sang pemain bergegas menuju ruang ganti, sebelum kemudian kembali ke lapangan untuk mengamati jalannya sisa permainan.
Tuan rumah tampak tampak terguncang oleh berita tersebut dan berjuang keras untuk mengejar skor, bahkan kekhawatiran mereka bertambah dengan adanya kabar bahwa orang tua rekan setim Di Maria, Marquinhos juga menjadi korban insiden perampokan.
Ini bukan pertama kalinya rumah Di Maria kemalingan, keluarganya mengalami trauma gara-gara insiden yang sama sebelumnya saat masih berkostum Manchester United dan memaksanya pindah dari Old Trafford.
"Ini bukan alasan tapi ada penurunan energi," kata pemain Argentina itu saat membahas performa timnya. "Kami berbicara tentang hal-hal selain sepakbola setelah pertandingan di ruang ganti."
"Sebenarnya pada periode pertama kami mengontrol pertandingan, tetapi setelah mereka menyamakan kedudukan, kami mengalami masalah dan kami tidak cukup kuat untuk bertahan dalam pertandingan ini."


