Sebuah pemandangan menarik terjadi pada laga final leg pertama Piala AFF 2020, antara timnas Indonesia dan Thailand, di Stadion Nasional Singapura, Rabu (29/12) malam WIB. Pelatih Alexandré Pölking melakukan pergantian kiper, meski tidak dirasa perlu.
Sepanjang pertandingan, Thailand memegang kendali dan mengganti penjaga gawang tentu saja bukan merupakan urgensi. Namun, penghormatan tetap dilakukan oleh Polking kepada sosok Kawin Thamsatchanan, dengan memberinya menit bermain di laga ini.
Pada menit ke-75, ketika Thailand sudah unggul 3-0, kiper Siwarak Tedsungnoen ditarik keluar untuk digantikan Kawin. Para anggota tim berdiri mendukung pergantian tersebut dan memberi dukungan kepada Kawin -- yang sedang dirundung rasa duka.
Beberapa jam sebelum pertandingan final leg pertama, Kawin mendapat kabar duka bahwa ayah kandungnya meninggal dunia karena kanker pankreas. Dengan kondisi unggul nyaman atas timnas Indonesia, Nualphan Lamsam selaku manajer Thailand pun meminta supaya Kawin diberi menit bermain.
"Dia kehilangan ayahnya yang meninggal pada pukul 3 sore karena kanker. Kami memutuskan dalam tim, jika hari ini kami beruntung dan bisa memimpin dalam pertandingan, maka Kawin bisa bermain," kata Nualphan, atau yang akrab dipanggil Madam Pang.
"Namun sudah dikatakan sejak di ruang ganti saya ingin dia memainkan pertandingan ini. Semua pemain, rekan setim, pemain muda juga mengharapkan itu di ruang ganti. Jadi, saya katakan ingin Tong [panggilan Kawin] memainkan pertandingan ini juga," sambung Madam Pang.
Kawin tetap sukses menjaga Thailand dari kebobolan, bahkan jarang direpotkan oleh serangan timnas Indonesia. Thailand mampu menambah keunggulan jadi 4-0 pada menit ke-83, berkat Bordin Phala. Kawin sendiri senang dirinya tetap diberi menit bemain, dan Polking menegaskan keputusan itu bukan maksud apa-apa.
"Saya sangat menghargai dukungan dari semua penggemar sepakbola Thailand karena selama ini memang saya sangat membutuhkannya. Terima kasih telah memberikannya kepada saya dan keluarga, dan juga untuk semua rekan setim di Timnas Thailand," kata Kawin.
"Untuk pergantian kiper, saya ingin menjelaskan kami tidak meremehkan Indonesia. Akan tetapi, karena ayah Kawin baru saja meninggal dunia tadi sore. Kami ingin memberikan penghargaan terhadap dedikasi Kawin. Dengan memberikan waktu yang baik baginya agar bisa bermain demi ayahnya," urai Polking selepas laga.
