Pelatih Rans Cilegon FC Bambang Nurdiansyah, menyebut klub Liga 2 mempunyai kekuatan yang merata. Meski, ada beberapa kesebelasan yang terlihat aktif mendaratkan pemain.
Persis Solo dan Dewa United, menjadi klub Liga 2 yang paling rajin merekrut pemain dari Liga 1. Sejumlah nama beken telah sepakat membela kedua tim itu untuk musim ini.
Sebut saja Miftahul Hamdi, Marinus Wanewar, Assanur Rijal, Zikri Akbar, hingga penyerang senior Alberto Goncalves, sudah menjadi Persis. Sementara Dewa United, mengontrak Shahar Ginanjar, Herman Dzumafo, Rangga Muslim, Jajang Sukmara, dan terakhir Rivky Mokodompit.
Keadaan tersebut membuat Persis dan Dewa United menjadi kandidat kuat juara Liga 2 musim ini. Kedua klub tersebut terlihat ingin sekali secepatnya naik kasta ke Liga 1.
"Semua tim Liga 2 diwaspadai, sebelum peluit terakhir berbunyi semua tim punya kans yang sama. Tapi yang pasti RANS Cilegon FC tidak transfer jor-joran, beli pemain bintang," kata Bambang.
IstimewaBambang menjelaskan lebih memilih untuk mengembangkan kemampuan para pemain muda yang ada di skuadnya. Ia merasa hal ini lebih menantang dibanding merekrut pemain yang sudah jadi.
"Kenapa ada Cristian Gonzales, dan Hamka Hamzah, sebenarnya mereka adalah motivator karena kami sebagian besar diisi pemain muda. Kami enggak jor-joran, kami pemain muda semua, kecuali Hamka sama Gonzales," ujar pria yang karib disapa Banur tersebut.
Kendati demikian, Banur menegaskan Gonzales dan Hamka, tidak otomatis menghuni skuad utama. Ia memposisikan kedua nama tersebut sama seperti pemain lainnya yang ada di Rans Cilegon FC.
"Kami tidak beli nama, tapi kami beli kualitas. Untuk Gonzales, main atau tidak tergantung dia, kalau performa bagus kenapa enggak kami ke depankan," ucapnya.
"Begitu juga di lini belakang, Hamka main tidaknya tergantung nanti kalau performa dia bagus kenapa tidak. Jadi tidak harga mati Gonzales harus main, Hamka harus main, tidak juga. Semua tergantung situasi dan kondisi pemain itu tersebut," ia menambahkan.


