Gol Mesir yang dianulir saat melawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia memicu kemarahan Johan Derksen dan René van der Gijp. Derksen juga melontarkan kritik tajam kepada petinggi KNVB.
“Kami sudah lama berpikir bahwa VAR akan menjadi solusinya. Jika VAR ada, maka kami tidak akan lagi menghadapi masalah-masalah kecil. Namun ternyata setelah ditinjau ulang, ternyata ada seseorang yang secara tidak sengaja menginjak jari kaki pemain lain,” kata Van der Gijp dalam acara Vandaag Inside, merujuk pada gol Mesir yang dianulir saat skor 0-2 pada Selasa lalu.
“Itu bukan pelanggaran. Sungguh tak masuk akal,” geram Derksen, yang menekankan bahwa sepak bola adalah olahraga kontak.
“Untuk hal seperti itu, tidak perlu memanggil wasit ke layar. Ayolah, teman-teman. Ini tetap tergantung pada cara memandangnya. Bagaimana VAR memandangnya dan bagaimana kita memandangnya,” tambah Van der Gijp kepada rekan diskusinya.
Derksen tidak mengerti mengapa negara-negara lain tidak membela Mesir. “Mereka semua menganggapnya wajar. Setiap babak selanjutnya di Piala Dunia menghasilkan tambahan jutaan.”
Selanjutnya, KNVB mendapat kritikan tajam dari Derksen. “Di KNVB juga tidak ada seorang pun yang punya pendapat. Ada seorang direktur teknis yang belum pernah mengatakan hal yang masuk akal tentang sepak bola,” kata Nigel de Jong sebagai yang pertama mendapat kecaman.
“Dan kita punya seorang wanita (direktur sepak bola profesional Marianne van Leeuwen, red.) yang mereka rekrut hanya karena dia seorang wanita. Dan dia hanya mengulang hal-hal yang sudah jelas. Mereka semua mengincar posisi di FIFA. Nanti mereka akan mendapat kartu emas, menginap di hotel bintang lima, dan bisa terbang kelas satu. Dan dengan begitu, mereka bisa hidup nyaman sampai tua.”
