Pertandingan Grup A Copa America 2021 di Estadio Nacional De Brasilia, Sabtu (19/6) pagi WIB, membuka kenangan kapten sekaligus bek Uruguay Diego Godin dengan bintang Argentina Lionel Messi.
Messi menjalani debutnya di turnamen besar pada Agustus 2005, dan sejak itu tampil di 145 pertandingan. Dua bulan kemudian, giliran Godin memulai laga perdananya dengan Uruguay, dan membela negaranya sebanyak 141.
Duel pertama melawan Messi
Namun sebelum bertemu di level itu, Godin dan Messi sudah saling berhadapan, tepatnya dalam pertandingan persahabatan pada 3 Juli 2004. Messi masuk di babak kedua, dan mencetak dua gol dalam rentang waktu 11 menit. Godin bertindak sebagai kapten.
“Kemudian kami bertemu lagi di Copa America U-20 di Kolombia pada tahun 2005, dan selanjutnya kami terus saling bentrok, baik di tim senior, dan di La Liga. Bayangkan penderitaan yang saya alami,” seloroh Godin dikutip laman La Nacion.
“Pikiran pertama yang muncul di benak saya adalah, jika waktu saya tidak bersamaan dengan Messi, mungkin saya bisa mendapatkan gelar juara lebih banyak bersama Atletico Madrid.”
Karir Godin di era Messi
Godin memang hanya mendapatkan gelar juara La Liga bersama Atletico pada musim 2013/14, serta dengan Uruguay di Copa America 2011 yang berlangsung di Argentina. Bahkan Uruguay menyingkirkan Argentina di perempat-final. Namun Godin hanya satu kali tampil saat dimasukkan di babak kedua pada laga final.
“Dia sudah menjadi pemain terbaik di dunia bertahun-tahun, dan punya kemampuan untuk mengatasi lawannya. Anda akan selalu bilang: 'Kamu harus jaga Messi, seperti itu, kamu bertindak seperti ini, itu, ini, itu...' Tapi selama 15 tahun, dia sering mendapatkan gelar individu maupun tim,” kata Godin.
“Menjadi lawan Messi mempunyai nilai tambah buat saya. Sebab, di masa mendatang ketika pensiun dari sepakbola, saya akan bilang: 'Saya bermain di era Messi, saya bertarung melawan Messi'. Menghadapi pemain terbaik di dunia sungguh luar biasa.”
Bagaimana siasat menghentikan Messi
Kendati telah berpengalaman melawan Messi, Godin mengaku belum tentu bisa menghentikan sang bintang pada akhir pekan ini. Pemain berusia berusia 35 tahun itu menyatakan, Messi selalu punya cara untuk memperdayai barisan belakang.
“Banyak hal yang terjadi dalam pertemuan saya melawan dia. Ada kalanya kami kalah yang membuat saya menderita, dan ada kalanya kami menang, dan itu seperti sebuah kejayaan. Saya harus menjalani suasana itu,” ucap Godin.
“Di level seperti ini, peman seperti Messi sulit diprediksi. Dia telah membuat perubahan selama bertahun-tahun, dan mencetak banyak gol. Itu kenyataan. Tapi dengan jumlah pertemuan yang banyak, saya mendapat pengalaman tentang bagaimana menjaganya lebih baik, membatasi ruang geraknya lebih baik.”
“Pemain seperti ini harus dihentikan secara kolektif dibandingkan individu. Tapi itu juga tidak mudah. Dia selalu menemukan cara untuk membuat Anda menderita.”
