Memphis Depay meminta agar pemerintah Prancis memberikan keringanan bagi semua pemain internasional agar dibebaskan dari kewajiban karantina usai dipastikan para penggawa tim nasional Prancis tidak diwajibkan melakukan hal itu.
Timnas Prancis arahan Didier Deschamps akan bertandang ke Kazakhstan pada akhir bulan ini sebagai bagian dari jadwal kualifikasi Piala Dunia 2022 mereka, dengan para pemain mereka tidak diwajibkan melakukan karantina selepas pulang dari negara yang terletak jauh dari timur Eropa tersebut.
Namun, aturan itu hanya berlaku untuk skuad Prancis saja. Sementara untuk para pemain internasional lainnya yang berkiprah di Ligue 1 masih diharuskan untuk melakoni isolasi mandiri sepulang dari timnas masing-masing.
Kebijakan yang terkesan tebang pilih dari pemerintah Prancis itu menuai banyak protes, tak terkecuali dari Depay yang juga akan menjalani tugas internasional bersama Belanda.
"Pemerintah Prancis, bisakah saya bergabung dengan tim nasional pada hari Senin [?]" tulis bintang Lyon berusia 27 tahun itu di Twitter.
"Itu akan adil karena kalian membuat pengecualian untuk tim nasional Prancis yang bepergian ke luar Eropa juga untuk memainkan pertandingan!!!"
Kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung bulan ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi negara-negara Eropa untuk memantapkan persiapan jelang Euro 2020 yang akan digelar pada musim panas mendatang.
Di tengah situasi pandemi COVID-19, melakukan perjalanan lintas negara membutuhkan masa karantina dan itu cukup mengganggu bagi persiapan banyak tim, termasuk di level klub saat Lyon juga tengah bersaing memperebutkan titel Ligue 1 musim ini.
Sementara menolak panggilan untuk memperkuat timnas juga berpotensi untuk menghancurkan karier sang pemain di pentas internasional.


