Bek Inter Milan Denzel Dumfries berharap Belanda bertemu dengan Argentina di fase knock-out Piala Dunia 2022, sehingga ia bisa berduel dengan dua penyerang Nerazzurri, Lautaro Martinez dan Joaquin Correa.
Belanda dan Argentina mempunyai peluang bertemu di perempat-final bila mereka sama menjuarai atau menjadi runner-up grup masing-masing. Belanda berada di Grup A, sedangkan Argentina menempati Grup C.
Sedangkan bila salah satu negara itu menduduki posisi runner-up grup, peluang kedua tim bertemu di fase knock-out akan terjadi di semi-final. Dumfries mengungkapkan, dirinya beserta Lautaro dan Correa sudah membicarakan tentang itu.
“Kami beberapa kali membicarakan hal itu, dan itu tentunya akan menyenangkan. Sudah lama sejak tim nasional kami tampil bagus di fase knock-out, dan semua orang mengenal kami sebagai negara dengan pesepakbola berkualitas,” ujar Dumfries dalam wawancaranya dengan laman NOS.
“Sekarang saya sangat menantikan Piala Dunia. Ini panggung yang bagus, pencapaian tertinggi. Saya benar-benar berpikir ini sebagai sebuah kehormatan untuk bertarung di Piala Dunia.”
Dumfries sempat diragukan bakal tampil di Piala Dunia kali ini, karena ia mendapat cedera ketika Inter mengalahkan Atalanta 3-2 di laga terakhir sebelum jeda. Saat itu, Dumfries terjerembab di lapangan tanpa ada sentuhan dengan pemain lawan, sehingga ditarik keluar pada menit ke-72.
“Tentu kalian akan berpikir: 'Waduh, apa yang terjadi?' Saya sebelumnya dilanggar, lalu lutut saya sedikit kaku. Itu otot di atas lutut, bukan sambungannya. Saya tidak bisa berlari lagi, sehingga meminta ditarik keluar,” jelas Dumfries.
“Saat terbangun di pagi hari, kondisi saya merasa baik, rasanya juga enakan. Itu selalu menjadi momen penting untuk menakar kondisi ketika otot masih dingin.”
“Sejumlah tes telah dilakukan di sini di kamp Oranye, dan semuanya positif. Saya nanti akan ke rumah sakit untuk pemindaian, untuk menghilangkan semua ketidakpastian. Tetapi saya tidak mengharapkan sesuatu yang gila.”
Belanda akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Ekuador pada 21 November di Stadion Al Thumama.
