Thomas Delaney menjadi salah satu pemain penting di tim asuhan Kasper Hjulmand pada Euro 2020.
Dia telah berlari sejauh 43,5 kilometer di kompetisi tersebut, dan mencetak gol penting pada pertandingan perempat-final ketika Denmark menang 2-1 atas Republik Ceko.
Dan Delaney telah mengakui bahwa dia memiliki kondisi mata yang tidak sempurna karena dia menderita buta warna, dengan dia mengungkapkan hal tersebut secara terbuka.
Apa yang dikatakan Delaney?
"Nama saya Thomas, saya buta warna dan ini terjadi pada saya," kata Delaney dilansir dari Marca.
"Suatu hari di lapangan sulit untuk melihat siapa yang ada di tim saya dan siapa yang ada di tim lain."
Meski memiliki kekurangan, hal itu tidak menghalanginya untuk menjadi salah satu gelandang penting bagi klubnya Borussia Dortmund atau pun bagi Denmark.
Dia telah menjadi ikon bagi 350 juta orang buta warna di seluruh dunia.
"Dia adalah pemain elit aktif pertama yang mengakui hal ini secara terbuka," kata Kathryn Albany-Ward, pendiri Color Blind Awareness kepada BBC.
"Sebagian besar tidak membicarakannya karena mereka tahu itu akan mempengaruhi nilai mereka."
Delaney mengungkapkan bahwa dirinya sulit untuk membedakan antara warna merah dan hijau, di mana seragam timnasnya berwarna merah dan salah satu mantan klubnya Werder Bremen berkit hijau.
"Sulit untuk dijelaskan," tegas Delaney. "Ini seperti melihat dua hal dengan warna yang sama."
"Kami biasanya memiliki celana pendek yang berbeda, tetapi keduanya berwarna putih saat itu [Denmark vs Meksiko], jadi itu rumit. Saya harus melihat wajah pemain, tetapi saya juga harus melakukannya dengan cepat agar saya tidak kehilangan bola."
"Ini bisa lebih sulit ketika bergerak cepat dan pemain berada di posisi yang jauh."
Gol Delaney kontra Republik Ceko
Delaney mencetak gol pembuka Denmark melalui sundulan kepalanya saat Tim Dinamit menyingkirkan Republik Ceko di babak delapan besar.
Dan gelandang tersebut mengungkapkan bahwa golnya dia dedikasikan untuk kompatriotnya Christian Eriksen, yang harus absen sejak ambruk di pertandingan pembuka Denmark di Euro 2020.
"Dia [Eriksen] telah menjadi pemain terbaik kami selama bertahun-tahun," ungkapnya.
"Kami bermain bersamanya dari hati, mambuatnya bangga dan kami semua bahagia."


