Setelah kejadian buruk yang menimpa Christian Eriksen pada Euro 2020 musim panas lalu, gelandang internasional Denmark tersebut masih berharap bisa membela negaranya untuk Piala Dunia 2022 di Qatar nanti.
Eriksen mengalami serangan jantung pada pertandingan pembuka Denmark di Kopenhagen, dan memaksanya harus menepi dari lapangan hijau hingga saat ini.
Dia kini berstatus tanpa klub setelah kontraknya diputus oleh Inter Milan karena Serie A melarang pemain menggunakan defibrillator.
Apa yang dikatakan?
"Tujuan saya adalah pergi ke Piala Dunia Qatar," kata Eriksen dalam wawancara dengan DR.
"Saya pikir itu cinta, bisa bermain sepakbola, dapatkan saya melihat diri saya sendiri tanpa sepakbola ketika saya tahu bahwa dokter mengatakan saya baik-baik saja?"
"Tidak ada dalam diri saya yang memberitahu saya bahwa saya tidak bisa bermain."
Eriksen mengaku bahwa dia sangat senang dengan kebaikan orang-orang disekitarnya, yang membantu dirinya saat kejadian tragis tersebut.
"Terlepas dari segalanya, saya beruntung berada di sini hari ini," ungkapnya.
"Bukannya saya ingin orang-orang mengirimi saya bunga karena saya telah mati selama lima menit, tetapi yang lebih istimewa adalah orang-orang sangat baik, dan harapan baik itu telah membantu saya."
Pemain berusia 29 tahun tersebut kini kembali memiliki harapan untuk bisa merumput lagi, dengan dia menegaskan bahwa dirinya sudah tidak takut lagi untuk bermain.
"Awalnya, saya berhati-hati memikirkan seberapa besar hati saya bisa menahan semuanya setelah apa yang terjadi," tambahnya.
"Tapi sekarang saya merasa mereka telah melakukan tes sebanyak mungkin, jadi tidak, saya tidak takut itu akan terjadi lagi."


