Di antara para protagonis dalam pesta gol Bayern Munchen di Allianz Arena ada dua pemain, yakni Michael Olise yang mencetak hat-trick dan Harry Kane yang memborong dua gol, yang sangat layak menaruh harapan untuk memenangi Ballon d'Or tahun ini. Nama mereka masuk dalam daftar 30 kandidat dan setelah penampilan mereka pada musim lalu, keduanya secara umum dinilai punya peluang bagus untuk finis di papan atas dalam pemungutan suara.
Mengingat penampilan Olise pada Jumat malam, Eberl juga ditanya soal peluang tersebut. Itu "sulit", kata mantan pemain profesional itu mula-mula, karena ini merupakan "penilaian subjektif". Namun bagi Eberl, satu hal juga jelas: "Dia jelas termasuk dalam kelompok pemenang Ballon d'Or (yang mungkin)." Soal Kane, ia memang memberinya peluang besar, "tetapi Michael dengan caranya bermain sepak bola juga mulai masuk ke dalam kelompok itu. Jadi, bagi saya dia jelas termasuk salah satu pesepakbola terbaik di dunia."
Beberapa pemain ternama (dan klub mereka) sudah lama memulai kampanye agar bisa menerima Bola Emas pada gala 26 Oktober di Palladium Theatre, London. Juara dunia Barcelona, Lamine Yamal, juga ingin meraih penghargaan itu. Kepada Movistar Plus ia mengatakan sesuatu yang secara umum ditafsirkan sebagai sindiran kepada pemenang Sepatu Emas Kane (73 gol musim ini): "Ballon d’Or seharusnya diberikan kepada pemain terbaik di dunia, titik. Penghargaan itu tidak seharusnya diberikan kepada pemain yang mencetak 80 gol."
Yamal kemudian memperjelas: "Kalau kamu mencetak 80 gol, kamu akan mendapatkan penghargaan top skor musim ini. Itu dua hal yang sangat berbeda, yang tidak dipahami orang-orang. Pemain terbaik di dunia adalah sosok yang ketika kamu menonton sebuah pertandingan sebagai komentator, kamu menikmati melihatnya. Dia adalah pemain yang berbeda dari semua yang lain."
Ketika dimintai tanggapan soal pernyataan itu, Eberl berkata tegas: "Kampanye harus dilakukan. Yang terbaik adalah para pemain yang tidak membutuhkan kampanye."
Michael Olise mencetak hat-trick pertamanya
Dalam 90 menit sebelumnya melawan tim Berlin yang kewalahan, Olise membiarkan kakinya yang berbicara (nilai SPOX 1). Bukan hanya karena hat-trick pertama dalam karier profesionalnya, ia adalah pemain terbaik di lapangan. Rekannya, Jamal Musiala, yang membuka rangkaian gol setelah sekitar seperempat jam, mengatakan kepada Sky bahwa level pemain Prancis itu benar-benar "luar biasa".
Getty ImagesPelatih Vincent Kompany menegaskan bahwa Olise juga menuai hasil dari kerja kerasnya mengasah teknik tembakan dalam gol-gol indah yang ia cetak: "Michael mencetak gol-gol ini, tetapi dia juga banyak berlatih soal penyelesaian-penyelesaian itu. Bahkan para pemain top pun membutuhkan lebih dari sekadar talenta."
Setelah ini, Olise akan bergabung dengan tim nasional Prancis. Ia, seperti halnya rekan setimnya di Bayern, Dayot Upamecano, masuk dalam skuad pertama pelatih baru Zinedine Zidane.

