Alvaro Morata mendedikasikan golnya di perpanjangan waktu yang membantu Spanyol lolos ke perempat-final Euro 2020 dalam kemenangan epik 5-3 atas Kroasia untuk keluarganya usai menerima ancaman pembunuhan.
Morata mencetak gol pada menit ke-100 dalam pertandingan babak 16 besar, Senin (28/6) malam WIB yang terbukti krusial setelah Kroasia melakukan comeback ketika tertinggal 3-1 hingga menit akhir waktu normal.
Penyerang Juventus itu mengungkapkan pekan lalu bahwa keluarganya mendapat ancaman pembunuhan dari oknum suporter setelah dirinya melewatkan beberapa peluang dalam pertandingan fase grup Spanyol di Seville.
"Dalam beberapa pekan terakhir kami telah melihat hal-hal yang tidak baik bagi saya, namun mayoritas [masyarakat] Spanyol tetap kompak," kata Morata.
"Gol [ke gawang Kroasia] ini untuk istri, anak-anak, keluarga saya dan semua orang yang mendukung saya. Seringkali Anda harus melalui masa-masa sulit, penderitaan, untuk menikmati saat-saat indah."
Luis Enrique, yang selama ini selalu membela performa Morata dengan memainkannya dalam empat pertandingan Euro 2020 sejauh ini, memuji pemain berusia 28 tahun itu dalam konferensi pers pascalaga.
"Saya tidak berpikir ada satu pun pelatih di dunia yang tidak mengagumi, menghargai dan memuji pemain seperti Alvaro Morata," kata eks juru taktik Barcelona itu.
"Ia mampu memberi Anda kontinuitas, ia bertahan seolah-olah ia adalah bek tengah, ia mendominasi di udara, ia mencetak gol, ia kuat. Kami harus sangat menghargai kehadiran Alvaro di tim nasional."
Di babak perempat-final, Spanyol akan menghadapi kuda hitam Swiss yang di luar dugaan mampu menyingkirkan kampiun Piala Dunia 2018, Prancis melalui drama adu penalti.
