Kegagalan mendulang medali emas dalam dua edisi SEA Games secara berturut-turut membuat federasi sepakbola Thailand (FAT) ingin mengorbankan tim senior dan kompetisi.
Thailand menjadi raja di multievent dua tahunan tersebut dengan mengoleksi 16 medali emas, serta masing-masing lima perak dan perunggu. Namun dalam dua pelaksanaan terakhir, mereka gagal menembus ke final.
Bahkan pada 2019, Thailand hanya menduduki peringkat ketiga klasemen akhir Grup B di bawah Vietnam dan Indonesia. Tiga tahun berselang, atau Mei lalu, mereka menembus ke semi-final sebelum dihentikan tuan rumah Vietnam.
Presiden FAT Somyot Poompanmoung memerintahkan departmen teknik dan tim nasional agar berbicara dengan operator kompetisi Thai League serta klub untuk membahas jadwal liga domestik. Thai League 1 dan 2 sebelumnya dijadwalkan selesai pada akhir April.
Somyot menginginkan agar Thai League sudah berakhir lebih cepat agar timnas U-23 mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan, mengingat SEA Games tahun depan yang berlangsung di Kamboja akan dimulai 5 Mei. Bukan itu saja, kalender internasional tim senior juga bakal ditiadakan.
“Saya sudah memerintahkan manajer Thailand di bawah usia 23 tahun, departemen teknik, dan tim nasional Thailand berkoordinasi dengan Thai League Company Limited agar masalah ini kembali ditinjau bersama klub,” tutur Somyot dikutip laman Goal Thailand.
Somyot menambahkan, federasi selalu mendengarkan masukan dari berbagai klub terkait perkembangan sepakbola profesional. Menurutnya, seluruh elemen harus bersama-sama berperan dalam memajukan olahraga paling digemari di jagat raya ini.
“Kami minta semua klub untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan demi sepakbola Thailand agar lebih maju, baik dari segi sepakbola profesional, dan target tim nasional Thailand di berbagai level.”
“Saya selalu menekankan, semua klub anggota adalah kekuatan pendorong penting dalam membawa industri sepakbola Thailand menjadi maju. Perkembangan sepakbola Thailand tidak tergantung pada saya atau federasi, tapi kami membutuhkan kerja sama dan pengertian dari semua pihak.”
“Kami selalu menaruh respek dan mendengarkan pendapat anggota kami, yakni klub, dan mengetahui apa yang dibutuhkan klub untuk program kompetisi pada putaran kedua nanti.”
