Alessandro Del Piero berpikir Juventus harus beralih ke formasi 4-2-4 untuk pertandingan lawan Barcelona dalam lanjutan putaran grup Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB.
Pertandingan ini disebut-sebut akan menentukan siapa yang akan berhak finis sebagai juara Grup G, meski kedua tim difavoritkan untuk sama-sama lolos ke fase knock-out.
Bianconeri meraih kemenangan 2-0 di Dinamo Kiev di pertandingan pembuka Liga Champions musim 2020/21, sedangkan Azulgrana mengalahkan Ferencvaros 5-1 di Camp Nou.
Jelang pertemuan ini, Juventus hanya bermain imbang 1-1 di kandang melawan Hellas Verona di ajang Serie A Italia pada akhir pekan lalu. Akibatnya, tim asal Turin itu berada di peringkat kelima dengan perolehan sembilan poin, terpaut empat angka dengan sang pemuncak klasemen sementara, AC Milan.
Del Piero menyarankan agar Andrea Pirlo mengubah sistem permainannya lawan Barcelona, mengingat tim bisa bermain dengan empat orang di depan karena ada banyak opsi menyerang yang tersedia.
"Pirlo sedang mencari solusi, ia akan mengubah tim juga sesuai dengan lawan dan tidak terkecuali bahwa ia juga akan mengubah bentuk," ujar Pirlo, mantan striker Juventus, kepada Sky Sports.
"Juventus di luar dengan [Dejan] Kulusevski dan [Federico] Chiesa memiliki potensi besar untuk mendorong, satu lawan satu, dengan kaki. Saya juga melihat kemungkinan bermain dengan dua gelandang tengah, bahkan untuk kemungkinan 4-2-4."
"Jika Anda memiliki banyak potensi dalam serangan, Anda harus memanfaatkannya: 4-2-4 saat ini bisa memasang empat di depan yang punya kebebasan cukup kuat."
Del Piero juga menyatakan bahwa Juventus tidak harus bergantung pada Cristiano Ronaldo di pertandingan lawan Barcelona karena ia melihat ada kombinasi Paulo Dybala dan Alvaro Morata yang bisa bekerja lebih baik dalam hal keseimbangan secara keseluruhan di lapangan.
Kulusevki di kanan, Chiesa di kiri, dan Dybala-Ronaldo atau Dybala-Morata. Di Eropa bisa seperti itu," ujar Del Piero lagi.
"Pembelian [Alvaro] Morata harus dipertimbangkan, jika kita kemudian mengingat Ronaldo di Madrid yang punya [Karim] Benzema untuk melakukan banyak kerja kotor."




