Gelandang timnas Inggris dan West Ham United, Declan Rice, berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait terhadap penyalahgunaan media sosial yang dilakukan oleh dari warganet alias netizen.
Rice mengatakan, ia kerap menjadi sasaran perundungan oleh oknum fans timnas Republik Irlandia yang mencapnya sebagai "Yudas" atau pengkhianat.
Pada awal 2019, Rice memang membuat sedikit kehebohan. Pemain keturunan Republik Irlandia itu memilih untuk membela timnas Inggris.
Rice adalah warga negara campuran. Meskipun lahir di London, Inggris, dalam diri pemain berusia 20 tahun itu mengalir darah Irlandia dari sang ayah, Sean Rice.
Sebelum memilih Inggris, Rice sempat membela timnas Republik Irlandia kelompok umur dan mengantongi tiga caps di skuat senior The Boys in Green.
"Ya, saya punya beberapa pengalaman buruk di media sosial. Ada orang yang mengatakan bahwa mereka akan datang ke rumah saya," ucap Rice.
"Ada sejumlah hal yang bisa saya bahas namun saya pikir tidak perlu. Ada ancaman terhadap keluarga dan ancaman kepada diri saya," tutur pemain serbabisa itu.
"Anda mengklik profil mereka dan mereka hanya akan seperti profil palsu, sehingga Anda tidak tahu apakah itu benar atau tidak," kata Rice.
"Sepanjang tahun ini, itu terjadi dari pekan ke pekan. Itu mengganggu dan perlu diubah untuk menanamkan pengaruh yang lebih baik," tambahnya.
Adapun Rice melakoni debut di timnas Inggris pada laga kedua Grup A Kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Montenegro pada Maret lalu. Dalam laga tersebut, The Three Lions menang dengan skor 5-1.
Terdekat, Inggris akan menjamu Kosovo di Wembley dalam lanjutan ajang tersebut, Rabu (11/9) pukul 01:45 dini hari WIB.
