Debut Javier Roca, sebagai pelatih Persik Kediri, berakhir negatif. Macan Putih, dikalahkan Arema FC, pada lanjutan Liga 1 2021/22, dengan skor 3-2, di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (20/11).
Sebetulnya, dalam pertandingan tersebut Persik sempat unggul lewat gol yang dicetak Youssef Ezzejjari, pada menit ke-31. Akan tetapi, Arema FC mampu membalikkan kedudukan.
Roca, tidak bisa menutupi rasa kecewanya dengan kekalahan tersebut. Ia menyebut semestinya anak asuhnya bisa pulang membawa poin dari pertandingan ini.
"Ya jelas, semua pelatih tidak mungkin senang kalau timnya kalah, tapi secara pemainan sebenarnya saya pikir kita menguasai pertandingan. Kita memang belum terlalu efektif secara penyerangan," kata Roca.
"Tapi secara pemainan, apa yang saya terapkan selama enam kali latihan terlaksana. Saya akan evaluasi tapi melihat perjuangan pemain dengan menjalankan permainan, saya bisa pulang tenang," Roca menambahkan.
Hasil pertandingan kontra Arema FC, menjadi bahan evaluasi. Roca, bertekad memperbaiki semua kekurangan yang ada sehingga Persik terlepas dari zona merah.
Saat ini Persik menduduki peringkat 16 klasemen. Klub yang identik dengan warna ungu tersebut mengoleksi sepuluh angka dari 12 pertandingan yang dimainkan.
"Secara hasil jauh dari harapan sebab kami harus secepatnya keluar dari zona degradasi. Semakin pertandingan berjalan, semakin kita harus melakukan evaluasi agar hindari degradasi," ucapnya.
"Ada banyak hal yang harus kita perbaiki, kita bikin dua tiga kesalahan dan itu di pertandingan melawan Arema itu sangat fatal karena mereka punya pemain yang berkualitas, kesempatan apa pun mereka bisa membuat itu menjadi gol," ia melanjutkan.
Sementara juru formasi Arema FC, Eduardo Almeida, mengaku kemenangan atas Persik tidak didapatkan dengan mudah. Ia menyatakan pasukannya berjuang keras untuk meraih hasil tersebut.
“Mereka benar-benar berjuang untuk mendapatkan 3 poin. Saya ucapkan selamat kepada tim dan semua pemain yang sudah tampil berjuang sepanjang pertandingan dan berusaha keras untuk meraih 3 poin,” ujar Almeida.




