DEBAT: Pro & Kontra Transfer Cristiano Ronaldo Ke Juventus

Komentar()
Di tengah panasnya Piala Dunia 2018, isu kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus ikut mencuri panggung dan memicu perdebatan.


DURIAN RUNTUH DI TURIN


Cristiano Ronaldo Real Madrid Juventus

Aplaus kencang membahana di Allianz Stadium justru ketika Gianluigi Buffon kebobolan. Publik tuan rumah dibuat terpana ketika seorang pemain lawan melompat ke udara dengan gerak tubuh begitu atletis sebelum melepaskan tendangan salto sempurna ke gawang sang kiper terbaik di dunia.

Cristiano Ronaldo melakukannya dengan penuh gaya. Di usia 33 tahun, di perempat-final Liga Champions, di kandang lawan, Ronaldo masih sanggup mencetak salah satu gol terbaik dalam kariernya. "Memori indah. Kepada semua orang Italia di stadion itu, saya hanya ingin mengucapkan: Grazie!" kata megabintang Portugal ini seusai laga.

Standing ovation tersebut tak ubahnya undangan bergabung ke Juventus. Belakangan diketahui, Ronaldo tinggal selangkah lagi berseragam hitam-putih. Sebuah skenario yang mungkin berada di luar mimpi terliar tifosi Juve sekalipun.

Tentu saja ada biaya besar yang mengikutinya, namun hal itu sebanding dengan apa yang ditawarkan Ronaldo: keuntungan di dalam dan di luar lapangan. Bak durian runtuh, kedatangan Ronaldo ke Turin hanya akan membuat catatan prestasi dan finansial Juventus kian mengilap.

Tidak hanya Juventus, gengsi Serie A secara keseluruhan juga akan terdongkrak. “Bagi sepakbola Italia ini akan seperti memenangkan lotre,” kata eks bomber Italia Christian Vieri. Ya, kehadiran sosok superstar seperti Ronaldo diyakini bisa membangkitkan kembali kejayaan Calcio seperti di era 1990-an.

Sebagai klub terbaik di Italia, Juventus adalah tempat yang ideal untuk menampung ambisi besar Ronaldo. Sebagaimana layaknya simbiosis mutualisme, Juventus akan mendapatkan sosok manusia haus gol dan bermental juara dalam diri CR7.

Pada akhirnya, Ronaldo tentu akan lebih bangga apabila standing ovation dari Allianz Stadium tidak hanya terjadi sekali dalam seumur hidupnya, melainkan terjadi setiap pekan. Dan fans Juventus mana pun akan melakukannya dengan penuh sukacita.

- Sandy Mariatna

 


HARMONISASI JADI KENDALA


Cristiano Ronaldo Real Madrid Barcelona El Clásico LaLiga 23122017

Harmonisasi adalah isu yang paling layak disinggung tatkala dipaksa mencari sisi negatif dari transfer Ronaldo ke Juventus. Selain karena biaya transfer €100 juta, gaji €30 juta per musim yang diyakini akan diterima sang megabintang jadi permasalahan utama.

Tak lain karena kebijakan tradisional yang sempat ditetapkan oleh pemilik FIAT sekaligus presiden pertama Juve, Giovanni Agnelli, bahwa para pemainnya di Juve takkan menerima gaji terlampau jauh di atas para pegawai senior atau pejabat FIAT. Seperti diketahui, FIAT merupakan pemilik saham terbesar klub. Anda bisa langsung menyadarinya melihat berita soal karyawan FIAT yang lancarkan protes terhadap transfer Ronaldo.

Dari kacamata yang lebih kecil, para pilar dalam skuat Juve juga tak mustahil menuntut gaji yang lebih tinggi seiring kedatangan Ronaldo. Maklum, gaji tertinggi di Juve saat ini adalah sebesar €7,5 juta atas nama Gonzalo Higuain. Jumlah itu empat kali lipat lebih kecil dari yang didapat CR7. Pilar-pilar lain layaknya Paulo Dybala, Miralem Pjanic, hingga Alex Sandro diyakini akan menuntut bayaran lebih tinggi seiring megatransfer ini.

Peluang datangnya sanksi Financial Fair Play (FFP) dari UEFA juga jadi kemungkinan lain. Rumor yang berkembang menyebutkan Juve tidak mendatangkan Ronaldo lewat perputaran uang yang ada di dalam klub, melainkan sponsor sebagai pihak ketiga. Adalah Exor, anak perusahaan FIAT, yang disebut bakal menyokong uang dalam kesepakatan ini.

Potensi ini hadir seiring dibukanya kembali penyelidikan UEFA pada kasus transfer Neymar ke Paris Saint-Germain, musim panas lalu. Cara yang digunakan PSG serupa dengan yang direncanakan Juve terhadap Ronaldo.

Terakhir adalah aspek teknis, di mana Ronaldo bukanlah pemain yang terbiasa dirotasi bahkan di partai-partai kecil atau tak krusial. Buruknya pelatih Juve, Massimiliano Allegri, tidak segan merotasi pemain. Musim lalu saja dia tak takut "menghukum" Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain di bangku cadangan, karena performa yang buruk. Jangankan duduk di bangku cadangan, Ronaldo kerap melampiaskan emosinya ketika tak diizinkan bermain 90 menit penuh.

- Ahmad Reza Hikmatyar

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Cristiano Ronaldo Pergi, Real Madrid Hadapi Masalah Besar
2. Antar Inggris Ke Semi-Final, Dele Alli Sisakan Kekecewaan
3. Duh, Loris Karius Blunder Lagi
4. Paulinho Pulang Ke Guangzhou Evergrande
5. Klub Dengan Wakil Terbanyak Di Semi-Final Piala Dunia 2018

  Footer Banner Piala Dunia 2018

 

Artikel Selanjutnya:
Sempat Tumbang Di Sesi Latihan, Saddil Ramdani & Egy Maulana Vikri Baik-Baik Saja
Artikel Selanjutnya:
Juan Mata Harap Manchester United Main Bagus Lawan Juventus
Artikel Selanjutnya:
Romelu Lukaku Kagumi Kerja Keras Cristiano Ronaldo
Artikel Selanjutnya:
Lawan Uni Emirat Arab, Firza Andika Utamakan Pertahanan Timnas Indonesia U-19
Artikel Selanjutnya:
Lawan Manchester United, Massimiliano Allegri Tuntut Permainan Sempurna Juventus
Tutup