Marcus Rashford menjadikan Dean Henderson sebagai partner utama dalam latihan penalti di Manchester United, dengan sang striker kini merasa yakin dirinya bisa mencetak gol lawan siapa pun dari titik putih.
Rashford bukan opsi utama bagi Ole Gunnar Solskjaer untuk urusan tendangan penalti karena sudah ada Bruno Fernandes. Namun, striker tim nasional Inggris itu menunjukkan dirinya lebih dari mampu di masa lalu.
Rashford telah melakukan 16 eksekusi tendangan penalti sepanjang kariernya sejauh ini, dengan usaha itu dibagi antara pertandingan yunior dan senior untuk klub dan timnas.
Rashford mencetak gol dalam 14 kesempatan, dengan hanya dua kegagalan, yang terjadi pada musim 2019/20 ketika lawan Crystal Palace dan Norwich City.
Pada musim 2020/21 ini, Rashford sukses mengonversi dua tendangan penalti, dengan masing-masing satu untuk Inggris di pertandingan lawan Belgia dan yang lain untuk The Red Devils kontra Istanbul Basaksehir di Liga Champions.
Pemain berusia 23 tahun itu adalah eksekutor untuk United sebelum kedatangan Fernandes pada Januari 2020.
Rashford yakin bekerja bareng orang-orang yang paling mengenalnya akan membantu dalam mengasah keterampilan.
"Kami melakukan latihan dengan lawan masing-masing," ujar Rashford di laman resmi klub tentang sesi penalti dengan Henderson dan Joel Pereira, yang saat ini dpinjamkan ke Huddersfield.
"Saya selalu suka berlatih lawan Dean dan Joel karena, mungkin dari semua kiper, mereka paling mengenal saya dan latihan finishing saya seperti itu."
"Jika saya bisa emncetak gol lawan mereka, saya tahu saya bisa mencetak gol lawan siapa pun. Jadi, saya harus menguji diri saya lawan orang-orang ini."
United mendapat delapan tendangan penalti di Liga Primer Inggris musim ini, dengan tujuh di antaranya berbuah hasil.
Leicester City adalah satu-satunya tim yang mendapat penalti lebih banyak pada musim ini, dengan sepuluh kali.


