Roberto De Zerbi tentu saja kecewa dengan cedera ligamen anterior cruciate (ACL) parah yang dialami Xavi Simons pekan lalu dalam laga tandang melawan Wolverhampton Wanderers. Namun, manajer Tottenham Hotspur ini menolak untuk menyalahkan pihak-pihak di dalam klub.
Simons mengalami cedera parah tersebut pada babak kedua pertandingan di Molineux. Gelandang tersebut melakukan gerakan yang tidak beruntung dan terlihat sangat kesakitan di lututnya. Pemain asal Belanda itu akhirnya dibawa keluar lapangan dengan tandu dan karena cedera tersebut, ia akan absen di Piala Dunia serta kemungkinan besar sisa musim 2026.
De Zerbi berbicara pada Jumat menjelang laga tandang melawan Aston Villa pada Minggu, antara lain mengenai absennya Simons dalam waktu lama. Pelatih asal Italia itu tidak merasa ada pihak yang bisa disalahkan dalam proses sesaat setelah gelandang serang tersebut cedera, dan tentu saja bukan staf medis.
''Kita menang bersama dan kalah bersama,'' tegas De Zerbi dalam konferensi pers bahwa rasa kebersamaan sangat penting di Tottenham. ''Ini bukan saat yang tepat untuk polemik atau saling menyalahkan.''
''Setiap dari kita harus merasa bertanggung jawab terhadap klub besar ini. Kita harus tetap bersatu. Kita tidak boleh terjebak dalam pikiran masing-masing,'' kata De Zerbi kepada para pemain, staf teknis, dan seluruh karyawan Tottenham.
Selain Simons, De Zerbi juga menghadapi lebih banyak kasus cedera di London Utara. Di antaranya, Mohammed Kudus, Dominic Solanke, Cristian Romero, dan Guglielmo Vicario tidak dapat diturunkan pada pertandingan hari Minggu melawan Aston Villa.


