Rodrigo De Paul mengakui dirinya siap berperang untuk kapten Argentina, Lionel Messi dan mengungkapkan sisi lain dari jiwa kepemimpinannya.
Messi pertama diangkat sebagai kapten tim nasional Argentina pada 2011 dan kemudian juga menjabat peran serupa di Barcelona.
De Paul, yang mendapat panggilan pertama memperkuat Argentina pada 2018 dan kini bermain bersama Udinese, telah muncul sebagai pemain reguler bagi negaranya selama setahun terakhir dan menikmati periode bermain bersama Messi.
Menurutnya, Messi, sang pemenang enam Ballon d'Or memang merupakan sosok pemimpin yang ideal bagi timnas Argentina.
"Anda jelas mengaguminya, namun ketika Anda mulai berbagi sesuatu dengannya, ia begitu terbuka sehingga alih-alih mengatakan apa yang Anda pikirkan tentangnya, Anda justru lebih merasa seperti bertanya kepadanya mengenai anak-anak kecilnya atau mengingatkannya pada saat ia menceritakan pengalamannya dalam pertandingan Valencia-Barcelona," kata De Paul kepada FIFA.com.
"Ketika ia menjadi kapten Anda, Anda mungkin akan siap pergi berperang untuknya jika ia meminta Anda melakukan hal tersebut."
"Kuncinya adalah semua orang tahu apa yang mereka harapkan untuk bisa mereka lakukan, tidak ada yang mencoba menyembunyikan berita utama. Satu-satunya yang tidak tersentuh adalah Leo. Kami semua berkontribusi dengan melakukan apa pun yang diminta dari kami."
Meski menyebut Messi sebagai kapten yang ideal bagi Argentina, De Paul mengatakan sang superstar Barcelona itu juga punya sifat humoris.
"Itu yang mereka katakan, tapi terkadang saya hanya sekadar melempar ide gurauan dan beberapa yang lain menjalankannya... Tucu Pereyra, Leo Paredes...Bahkan Messi sendiri ikut bergabung - saya bukan satu-satunya," lanjutnya.
De Paul, 26, juga membela pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang sering mendapat kritikan karena dianggap kurang berpengalaman terutama ketika menentukan komposisi skuad.
"Ia mungkin kurang pengalaman sebagai pelatih, namun ia punya 30 tahun pengalaman di ruang ganti," belanya.
"Ia mengerti bagaimana tim bekerja, tahu keahliannya, melambungkan namanya dari tim nasional usia muda, bermain di Piala Dunia."
"Saya tak tahu berapa banyak orang yang memiliki tekad untuk menerapkan perubahan yang dibuatnya atau memanggip para pemain yang tidak bermain untuk klub-klub top dunia."


