Bek Juventus, Matthijs de Ligt mengatakan bahwa orang-orang di dalam klub terkadang menertawakannya karena gaya pakaiannya, karena ia lebih suka mencari kenyamanan ketimbang mementingkan model di saat yang lain mengenakan perlengkapan dari desainer mahal.
Masih berusia 21 tahun, pemain internasional Belanda itu telah membela Bianconeri selama dua tahun terakhir dan dengan cepat membuktikan kualitasnya sebagai pemain kunci kendati usianya masih muda.
Mentalitas berperan besar dalam perkembangan pesatnya, bahkan meski punya totalitas dalam profesinya ia terkadang masih menjadi bahan lelucon bagi rekan-rekannya.
Berbicara kepada de Volkskrant, De Ligt mengatakan: "Saya selalu berpakaian seperti saya sekarang ini. Saya bukan penggemar berat pakaian-pakaian dari desainer mahal."
"Saya adalah Matthijs, saya adalah diri saya sendiri dan Anda tidak akan melihat saya berlatih dengan setelan tertentu, sesederhana itu. Profesi saya adalah pemain sepakbola. Saya ingin menjadi bintang di lapangan."
"Terkadang saya ditertawakan di klub karena apa yang saya pakai, tapi saya tidak peduli. Selama saya merasa nyaman dengan perilaku saya dan cara saya berpakaian, saya puas."
"Yang paling penting adalah tampil bagus di lapangan, lalu orang-orang lebih menghormati Anda daripada saat Anda mengenakan pakaian tertentu."
Satu perubahan yang harus dibiasakan oleh De Ligt adalah gairah besar yang dirasakannya di sepakbola Italia dan meski pun ia selalu dihormati dan begitu diidolakan, namun ia terkadang suka kembali ke negara asalnya untuk menemukan kedamaian dan ketenangan.
"Itu hal yang lucu di sini," katanya tentang Turin dan sekitarnua. "Entah Anda bermain bagus atau buruk, Anda tetap menjadi pahlawan bagi suporter. Mereka sangat mengagumi pesepakbola di sini."
"Di Belanda, saya hanyalah anak laki-laki biasa yang kebetulan bermain sepakbola. Di Italia, pesepakbola di sini berdiri di atas rata-rata masyarakat umumnya. Seperti itulah yang ada di sini."
"Saya suka apresiasinya, namun menyenangkan juga bisa berjalan-jalan di Belanda tanpa terlalu banyak dikerumuni orang-orang."
Juventus saat ini berada di posisi kelima klasemen Serie A, mereka tidak akan bisa lolos ke Liga Champions apabila AC Milan dan Napoli memenangkan dua pertandingan sisa mereka.


