Matthijs de Ligt mengakui rasa superioritas yang biasa dinikmatinya di Ajax mulai berkurang sejak bergabung dengan Juventus pada musim panas ini.
Sang bek 20 tahun memang diyakini bakal terus bersinar sejak mencuat bersama Ajax musim lalu, yang sukses mencapai semi-final Liga Champions dan nyaris menembus final sebelum kalah dramatis dari Tottenham Hotspur.
De Ligt menjadi rebutan banyak klub papan atas Eropa, mulai dari Barcelona, Paris Saint-Germain hingga Juventus yang memenangkan perburuan dengan menebusnya sebesar €85 juta pada musim panas tahun ini.
Sejak pindah ke Serie A Italia, sang pemain muda masih belum bisa mereplikasi performa seperti yang ditampilkan bersama klub kota asalnya.
"Di Ajax, saya merasa tidak terkalahkan, hari ini berbeda," ungkap De Ligt kepada Fox Sports.
"Tapi saya pikir itu normal karena segalanya baru bagi saya. Saya menjalani kemajuan dan saya tidak khawatir."
"Saya tidak tahu mengapa saya tidak bermain sebaik yang saya inginkan. Yang bisa saya lakukan adalah terus bekerja, melakukan yang terbaik dan mencoba belajar dari rekan satu tim saya."
"Saya bermain dan itu hal utama karena, pada akhirnya, saya yakin semuanya akan berjalan dengan baik dan musim ini akan menjadi positif."
Ada sejumlah rumor yang menyebutkan awal bulan ini bahwa bos Juve, Maurizio Sarri memberinya program diet bebas karbohidrat guna mengendalikan berat tubuhnya, namun kabar tersebut ditertawakan sang penggawa tim nasional Belanda.
"Ini bukan masalah fisik," katanya.


