Pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique menekankan David de Gea pantas mendapat banyak pujian setelah memainkan peran kunci dalam hasil imbang 1-1 negaranya melawan Jerman, Jumat (4/9) dini hari WIB, di ajang UEFA Nations League.
Meski pun tidak bisa membendung aksi penyerang baru Chelsea, Timo Werner yang membuka skor Jerman pada menit ke-51, De Gea melakukan tujuh penyelamatan selama 90 menit, memastikan Spanyol bisa menyamakan skor melalui gol telat Jose Gaya.
De Gea kerap menjadi sasaran kritikan atas performanya, tak hanya di Manchester United namun juga timnas Spanyol, dan Enrique bersikeras bahwa sang kiper sebenarnya lebih sering bermain bagus dan layak mendapat apresiasi.
"Ketika De Gea melakukan blunder, orang-orang selalu mempermasalahkannya, jadi ketika ia bermain bagus seperti sekarang ini kita seharusnya memujinya," ungkap Enrique selepas pertandingan.
"Senang sekali melihatnya menghiasi halaman depan berita yang mengatakan 'Betapa hebatnya kiper kami!' tapi karena itu tidak akan terjadi maka saya yang mengatakannya."
"Sayangnya, ada beban yang harus dipikulnya, setiap kali membuat sedikit kesalahan, itu semua dibahas di acara TV."
Selain diwarnai dengan aksi gemilang De Gea, hasil imbang Spanyol versus Jerman juga ditandai dengan pemecahan rekor oleh Ansu Fati.
Sang wonderkid Barcelona tercatat berusia 17 tahun dan 308 hari, menjadikan dia sebagai pemain termuda kedua yang pernah memperkuat tim nasional mengalahkan rekor Angel Zubieta.
"Ansu telah menunjukkan apa yang kita semua sudah tahu tentangnya. Ia istimewa dan berbeda," sanjung Enrique.


